Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Zelensky Desak Trump Sanksi Negara Pembeli Minyak Rusia, Ukraina-AS Jalin Kerja Sama Penguatan Energi

Lombok Post Online • Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:35 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mendesak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, agar menjatuhkan sanksi.

Sanksi ini ditujukan kepada negara-negara yang masih membeli minyak dari Rusia.

Desakan tersebut ia sampaikan saat mereka membahas langkah penguatan pertahanan dan sektor energi Ukraina di tengah perang.

“Sanksi, tarif, dan tindakan bersama terhadap para pembeli minyak Rusia harus tetap dipertimbangkan,” kata Zelensky dalam unggahannya di media sosial dilansir dari The Guardian, Senin (13/10).

Menurutnya, pembicaraan dengan Trump mencakup peningkatan sistem pertahanan udara, ketahanan nasional, serta kemampuan serangan jarak jauh. Diskusi itu juga menyinggung kerja sama di sektor energi yang disebutnya menjadi bagian penting dari strategi Ukraina menghadapi agresi Moskow.

Zelensky menyebut pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari percakapan sebelumnya pada Sabtu lalu (11/10). Dalam pembicaraan awal itu, kedua pemimpin disebut telah menyepakati sejumlah topik yang kemudian dibahas lebih mendalam pada Minggu (12/10).

Kirim Rudal Jarak Jauh

Trump lebih mendukung Ukraina ketimbang Rusia. Dia bahkan mengancam akan memberikan rudal tomahawk pada Ukraina jika Rusia tak kunjung menghentikan serangan.

Rudal Tomahawk memiliki jangkauan 2.500 km. Ini akan membuat Moskow berada dalam jangkauan Ukraina. “Saya mungkin akan memberi tahu mereka bahwa jika perang ini tidak terselesaikan, maka kami mungkin akan melakukannya,” tutur Trump.

Sementara itu, pesawat nirawak Ukraina telah menyerang kilang minyak Bashneft Rusia di Ufa, 1.400 km dari Ukraina. Serangan itu menyebabkan ledakan dan kebakaran. Ukraina ingin menunjukkan bahwa tidak ada tempat aman di Rusia.

"Ini adalah serangan mendalam ketiga SBU di Bashkortostan dalam sebulan terakhir," kata seorang sumber di dinas keamanan SBU Ukraina dilansir dar Reuters.

Sebaliknya, Rusia juga menyerang Ukraina yang menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk dua korban yang berada di dalam sebuah gereja di Kostyantynivka. Serangan juga memutus aliran listrik di beberapa bagian wilayah Odesa.

UJI COBA: Salah seorang prajurit Ukraine berlatih menembak pesawat nirawak.
UJI COBA: Salah seorang prajurit Ukraine berlatih menembak pesawat nirawak.

Di wilayah udara Ukraina, sistem pertahanan melaporkan bahwa dari 78 pesawat nirawak Rusia yang diluncurkan semalam, 54 berhasil dijatuhkan. Rusia menyatakan berhasil menembak jatuh 42 pesawat nirawak Ukraina yang menyerang wilayahnya. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#minyak #Amerika Serikat #ukraina #Donald Trump #Rusia