Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perhiasan Milik Istri Napoleon Raib dari Museum Louvre Prancis, Dua Pelaku asal Aljazair Ditangkap Dimana Pencurian Berlangsung Hanya Hitungan Menit

Lombok Post Online • Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:49 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Serangkaian perhiasan kerajaan bernilai fantastis raib dari Museum Louvre dalam aksi pencurian yang mengguncang dunia seni. Polisi Prancis telah menangkap dua pria yang diduga sebagai pelaku utama pencurian yang terjadi pada 19 Oktober lalu.

Keduanya, berusia sekitar 30 tahun dan berasal dari pinggiran Paris, ditangkap pada Sabtu malam (25/10). Salah satu pelaku ditangkap di Bandara Charles de Gaulle saat hendak melarikan diri ke Aljazair, sementara satu lainnya dibekuk di wilayah Paris.

Jaksa Paris Laure Beccuau mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Salah satu tersangka mencoba meninggalkan negara ini. Penangkapan dilakukan berkat kerja cepat tim penyidik,” ujarnya seperti dikutip AFP.

Panjat Dinding dengan Tangga

Aksi pencurian itu berlangsung hanya dalam hitungan menit. Para pelaku memanjat dinding luar Louvre menggunakan tangga lipat dari truk pengangkut barang, lalu memotong akses menuju galeri tempat permata kerajaan disimpan.

Delapan perhiasan berharga dengan total nilai mencapai USD 102 juta (sekitar Rp1,6 triliun) berhasil digasak. Di antaranya terdapat kalung zamrud dan berlian pemberian Napoleon Bonaparte kepada Permaisuri Marie-Louise. Saat kabur menggunakan skuter, para pelaku sempat menjatuhkan mahkota bertatahkan zamrud dan berlian yang kini ditemukan dalam kondisi rusak. Sisa perhiasan lainnya belum ditemukan dan diduga telah dipreteli atau disembunyikan di luar negeri.

Titik Buta Sistem Keamanan

Direktur Museum Louvre mengakui adanya titik buta dalam sistem keamanan yang dimanfaatkan para pencuri. Meski begitu, rekaman CCTV dari area publik dan swasta membantu polisi menelusuri pergerakan mereka.

Polisi menemukan DNA dan sidik jari pada sarung tangan, rompi reflektif, dan alat pemotong logam yang ditinggalkan di lokasi. Lebih dari 100 penyidik kini dikerahkan untuk melacak perhiasan yang hilang dan jaringan di balik aksi ini.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez memuji keberhasilan tim investigasi, namun meminta publik tidak menyebarkan detail penyelidikan. “Perhiasan ini bagian dari warisan sejarah bangsa. Kami akan terus mengejar hingga harta itu kembali,” katanya.

Perhiasan Mewah yang Hilang di Museum Louvre

-Tiara dari set safir milik Ratu Marie Amélie of Bourbon Sicily dan Hortense de Beauharnais.

-Kalung (necklace) dari set safir yang sama.

-Sebuah anting tunggal (earring) dari set safir yang sama.

-Kalung zamrud (emerald necklace) dari set milik Marie Louise, Duchess of Parma (istri kedua Napoleon I).

MASIH DICARI: Perhiasan milik Marie Amélie of Bourbon Sicily dan Hortense de Beauharnais yang hilang di Museum Louvre, Prancis.
MASIH DICARI: Perhiasan milik Marie Amélie of Bourbon Sicily dan Hortense de Beauharnais yang hilang di Museum Louvre, Prancis.

-Sepasang anting zamrud (emerald earrings) dari set yang sama.

-Bros (brooch) yang dikenal sebagai “Reliquary Brooch”.

-Tiara milik Empress Eugénie (istri Napoleon III).

-Sebuah bros besar (“large brooch” atau “corsage bow brooch”) milik Empress Eugénie.

Diolah dari berbagai sumber

(lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#penangkapan #prancis #kerajaan #kalung #perhiasan