Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Israel Ingkari Kesepakatan Gencata Senjata, Penyerangan Tidak Hanya Dilakukan Militer Israel

Lombok Post Online • Jumat, 31 Oktober 2025 | 18:23 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Serangan pada Selasa (28/10) hingga Rabu (29/10) di Gaza membuat 100 orang meninggal.

Lagi-lagi korban terbanyak adalah perempuan dan anak-anak. Padahal, gencatan senjata baru hitungan hari.

Dilansir dari Al Jazeera, warga Palestina di Gaza putus harapan akan gencatan senjata yang selalu digembar-gemborkan Presiden Amerika Donald Trump sebagai kemenangannya.

Bahkan Qatar sebagai mediator pun menyatakan frustasi dengan tindakan Israel.

Kamis (30/10) pasukan Israel menyerbu Qabatiya dan Turmus Aya. Di Qabatiua memang tidak ada cedera yang dilaporkan.

Namun di Turmus Aya, bentrokan terjadi karena ada geranat dan gas air mata.

Penyerangan tidak hanya dilakukan militer. Pemukim Israel menebang ratusan pohon zaitun kuno di tanah milik tiga desa di selatan Nablus.

Yang lainnya menyerbu Desa Badui di daerah al-Hathroura yang terletak di timur Yerusalem. Mereka merusak properti dan memblokir jalan.

Melihat serangan demi serangan, semakin banyak warga Palestina di Gaza yang kehilangan harapan akan gencatan senjata.

"Kini, setelah gencatan senjata dan gelombang baru pengeboman di Gaza.

Orang-orang yang baru saja mulai merasakan rasa aman, damai, dan tenteram kembali hidup dalam ketakutan. Terutama anak-anak dan perempuan," ujar salah satu warga Gaza Hassan Lubbad.

Sementara itu, dilansir dari Anadolu Agency, Rabu lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan ingin segera melucuti senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza.

Dia lagi-lagi menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan kesepakatan gencatan senjata.

“Kami sedang mengerjakan ini secara bertahap, bersama dengan komponen-komponen lain dari rencana ini," tuturnya.

Sabotase Rencana Perdamaian Trump

Hamas menuduh Israel melakukan sabotase terhadap rencana perdamaian yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza.

Mereka mengklaim bahwa Israel sengaja membuat narasi Hamas menyerang lebih dulu, padahal itu fitnah.

PUTUS ASA: Seorang anak sedang menangis meratapi keadaannya kini.
PUTUS ASA: Seorang anak sedang menangis meratapi keadaannya kini.

Dalam pernyataannya yang dirilis Kamis (30/10), Hamas menyatakan bahwa Israel bertanggung jawab penuh atas eskalasi berbahaya di Gaza.

Mereka mengatakan bahwa serangkaian pengeboman fatal oleh militer Israel menandakan upaya memaksakan dominasi dan menghalangi tercapainya perdamaian.

“Hamas menegaskan bahwa Israel bertanggung jawab penuh atas eskalasi berbahaya ini dan atas upaya menyabotase rencana Trump dan kesepakatan gencatan senjata,” demikian bunyi pernyataan Hamas.

Hamas menegaskan tidak memiliki hubungan dengan insiden penembakan di Rafah.

Mereka masih berkomitmen terhadap perjanjian gencatan senjata. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#hamas #Israel #senjata #gaza #penembakan