Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Panas Mendidih di Tepi Barat! Pemukim Ilegal Israel Tancap Gas Bangun Pos Baru di Tanah Palestina Dekat Yerusalem

Lombok Post Online • Selasa, 11 November 2025 | 14:56 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Ketegangan di wilayah pendudukan kembali meningkat. Pemukim ilegal Israel pada Minggu (9/11) dilaporkan mulai membangun pos permukiman baru di atas tanah Palestina di kota Anata atau sebelah timur Yerusalem Timur.

Informasi itu disampaikan kelompok hak asasi manusia Badui Al-Baidar.

Dilansir dari Anadolu Agency, Al-Baidar menyebut para pemukim mulai mendirikan pos terdepan di dekat komunitas Badui Abu Ghaliya dan Al-Ara’ara.

Mereka memasang bangunan sementara dan meletakkan fondasi rumah darurat di wilayah tersebut.

Organisasi itu memperingatkan pembangunan tersebut bisa memicu pemindahan paksa komunitas Badui yang tinggal di timur laut Yerusalem.

Selain itu, juga berpotensi membatasi akses warga Palestina terhadap tanah dan padang rumput yang menjadi sumber utama penghidupan mereka melalui penggembalaan dan pertanian.

Data dari Komisi Penjajahan dan Perlawanan Tembok Otoritas Palestina mencatat, sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023, pemukim ilegal telah mendirikan sedikitnya 114 pos terdepan baru di wilayah pendudukan.

Sementara itu, tokoh senior Hamas, Ismail Radwan menyesalkan Israel yang kerap melanggar kesepakatan gencatan senjata.

"Kita masih menyaksikan pelanggaran berulang kali oleh pendudukan zionis," kata Radwan Senin (10/11).

Meski begitu, dia tetap menekankan komitmen Hamas untuk memastikan perjanjian gencatan senjata berhasil.

Baca Juga: Israel Ingkari Kesepakatan Gencata Senjata, Penyerangan Tidak Hanya Dilakukan Militer Israel

Menurut Al Jazeera, pihaknya ingin menyelesaikan masalah para tawanan sesegera mungkin untuk memastikan gencatan senjata dan melanjutkan ke fase berikutnya.

Radwan juga menyebutkan bahwa perlintasan Rafah, titik masuk dan keluar utama bagi warga Palestina dari Gaza perlu dibuka.

Selain itu kesepakatan mengenai jumlah bantuan yang masuk ke wilayah tersebut belum terpenuhi, yakni kurang dari sepertiga truk yang disepakati tiba setiap hari.

MENYALA: Salah satu keluarga di Jabalia, Gaza, berkumpul dekat api anggun di reruntuhan rumah. Keberadaan mereka terancam oleh warga Israel yang mulai memasuki tanah Palestina.
MENYALA: Salah satu keluarga di Jabalia, Gaza, berkumpul dekat api anggun di reruntuhan rumah. Keberadaan mereka terancam oleh warga Israel yang mulai memasuki tanah Palestina.

Poin penting lainnya adalah sekelompok pejuang Hamas yang diyakini masih berada di Israel. Diperkirakan berjumlah 100-200 pejuang. Radwan mengatakan Hamas siap menarik mereka kembali. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Pemukim Ilegal #barat #Tanah Palestina #yerusalem #konflik israel