Seperti dilansir dari The Sun, artefak berharga ini ditemukan membeku pada pukul 02.20 dini hari, momen ketika Titanic menghilang di bawah permukaan laut pada 15 April 1912. Hanya jenazah Isidor yang berhasil ditemukan beberapa hari kemudian.
Isidor dan Ida meninggal dunia bersama-sama setelah Ida menolak untuk menaiki sekoci penyelamat karena tidak ingin dipisahkan dari suaminya. Kisah cinta mereka diabadikan dalam film Titanic karya James Cameron pada 1997, di mana keduanya digambarkan sebagai pasangan yang meninggal dengan saling berpelukan saat kapal mewah tersebut tenggelam. Pasangan Straus telah menikah selama 41 tahun dan memiliki enam anak.
Andrew Aldridge, juru lelang dari Henry Aldridge & Son Auctioneers di Devizes, Wiltshire, Inggris, memuji keunikan artefak tersebut.
“Jam saku itu telah diwariskan dari generasi ke generasi. Mesinnya direstorasi oleh cicit Isidor, Kenneth Hollister Straus, supaya dapat dipakai kembali. Jam saku itu benar-benar salah satu benda terindah dan terlangka dari kisah Titanic,” kata Aldridge.
Selain jam saku emas milik Isidor dan Ida, beberapa artefak berharga lainnya dari Titanic juga telah laku terjual dengan harga tinggi. Di antaranya adalah jam saku emas milik kapten kapal Carpathia—kapal uap yang menyelamatkan lebih dari 700 korban selamat—yang terjual tahun lalu seharga GBP 1,56 juta (Rp 34,2 miliar). Biola yang dimainkan oleh pemimpin band Titanic, Wallace Hartley, juga terjual pada 2013 senilai GBP 1,1 juta (Rp 24,1 miliar).(*)
Editor : Redaksi Lombok Post