LombokPost - Ratusan ribu anggota Iglesia ni Cristo (INC) atau gereja Kristen independen memadati Taman Rizal, Manila, Minggu (16/11) waktu setempat.
Mereka menuntut transparansi dan pertanggungjawaban atas dugaan korupsi proyek pengendalian banjir yang menyeret pejabat pemerintah hingga anggota parlemen yang masih kerabat Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.
Unjuk rasa besar ini digelar di tengah kemarahan publik atas dugaan proyek infrastruktur banjir yang dikerjakan dengan standar rendah. Bahkan sebagian dianggap sebagai proyek hantu.
Menurut AFP, puluhan pemilik perusahaan konstruksi adalah pejabat dan anggota parlemen. Salah satunya masih keluarga presiden.
Massa INC datang mengenakan kaos bertulisan, ”Transparansi untuk Demokrasi yang Lebih Baik”. Juru bicara INC Edwil Zabala menegaskan aksi itu bukan untuk menggulingkan pemerintah, melainkan mendesak penyelidikan tuntas.
”Kami tidak melawan pemerintah. Tujuan kami bukan menjatuhkan institusi mana pun,” kata Zabala. Dia minta seluruh bukti yang muncul agar ditelusuri.
Aksi INC jauh melampaui skala unjuk rasa kelompok pro mantan presiden Rodrigp Duterte yang secara terbuka menuntut Marcos mundur. Aksi yang terakhir hanya menarik sekitar 2 ribuan peserta.
”Yang menyedihkan adalah para pemimpin kami ikut terlibat. Kami menginginkan perubahan,” kata anggota INC, Rake Tribiana menyatakan kekecewaannya. (lyn/dns/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam