Keputusan ini diambil sebagai dampak langsung dari penarikan dukungan pendanaan oleh Amerika Serikat (AS), salah satu penyumbang terbesar WHO.
Dilansir dari The Guardian, pemangkasan tersebut diperkirakan selesai pada Juni 2026, dari total 9.401 staf per Januari 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya WHO untuk menyesuaikan diri setelah AS memutuskan mundur dari organisasi tersebut.
Baca Juga: Terungkap Penyebab Keracunan di MBG Berdasarkan Hasil Uji Lab, Mantan Direktur WHO: Ada 5 Hal...
Selain pemotongan jumlah staf, WHO juga melakukan perampingan tim manajerial di markas besar Jenewa.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut proses restrukturisasi ini sebagai tindakan yang “sakit tapi perlu” dalam sebuah pesan yang disampaikan kepada staf.
WHO saat ini juga menghadapi kekurangan anggaran sebesar USD 1,06 miliar untuk periode 2026–2027.
Organisasi tersebut tengah berupaya keras mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk dari negara anggota, donor swasta, dan filantropis, untuk menutupi defisit tersebut.
Editor : Redaksi Lombok Post