Seperti dilansir AFP, kunjungan pertama Putin ke India sejak 2022 itu diterima langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi. Agenda yang mencakup kunjungan ke Istana Kepresidenan Rashtrapati Bhavan, Raj Ghat (monumen peringatan Mahatma Gandhi), hingga pertemuan di kompleks Hyderabad House, diklaim membahas seputar minyak dan senjata.
Baca Juga: Jinping, Putin, dan Kim Jadi Simbol Lahirnya Poros Baru, Bertemu dalam Parade Militer di Beijing
India tPecahkan Rekor Pembelian Senjata dan Minyakelah lama menjadi pembeli utama persenjataan Rusia. Dikutip dari Al Jazeera, Rusia ingin meningkatkan perdagangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan India menjadi USD 100 miliar (sekitar Rp 1.665 triliun) pada tahun 2030. Angka ini meningkat signifikan dari rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD 68 miliar (sekitar Rp 1.132 triliun) yang tercatat pada tahun 2024.
Bagi Rusia, penjualan senjata ke India merupakan prioritas Putin sejak menjabat presiden pada akhir 1999. Hal ini menandai kemitraan strategis kedua negara yang telah terjalin selama 25 tahun. Menjelang kunjungan Putin, terdapat laporan bahwa India berencana membeli jet tempur dan sistem pertahanan udara canggih Rusia.
Selain senjata, India juga menjadi konsumen minyak mentah terbesar ketiga di dunia dan telah membeli minyak dalam jumlah besar dari Rusia. Sebelum invasi besar-besaran ke Ukraina, hanya 2,5 persen dari impor minyak India yang berasal dari Rusia. Angka tersebut melonjak menjadi 35 persen sejak 2022, di mana India memanfaatkan diskon harga Rusia yang dipicu oleh sanksi isolasi dari pasar Eropa.
Baca Juga: Jude Law Jadi Putin di The Wizard of the Kremlin, Dapat Tepuk Tangan 10 Menit di Venice
Kunjungan Putin ke India dikabarkan memicu ketidaknyamanan bagi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Sebelumnya, AS sempat mengenakan tarif tambahan sebesar 25 persen (menjadi 50 persen) untuk barang-barang India dengan alasan New Delhi telah membeli minyak dari Rusia. Sikap serupa ditunjukkan Trump saat Putin berkunjung ke Tiongkok pada September lalu.
Putin sendiri tiba di India menggunakan pesawat kepresidenan Ilyushin IL-96-300PU, atau dikenal sebagai Flying Kremlin. Menurut laman pelacak penerbangan Flight Radar 24, Flying Kremlin menjadi penerbangan yang paling banyak dilacak di dunia sepanjang hari itu. Namun, sempat muncul laporan adanya dua Flying Kremlin yang mengudara secara bersamaan, di mana terjadi permainan menyalakan dan mematikan transponder yang membuat sulit menentukan pesawat mana yang dinaiki Putin.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post