Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketegangan di Iran: Garda Revolusi Amankan Terduga Agen Mossad di Tengah Unjuk Rasa

Redaksi Lombok Post • Selasa, 13 Januari 2026 | 01:30 WIB

DEMO: Tangkapan layar rekaman video yang dirilis oleh Iran Press menunjukkan para demonstran pro-pemerintah meneriakkan slogan-slogan saat mereka berbaris di sepanjang jalan utama.
DEMO: Tangkapan layar rekaman video yang dirilis oleh Iran Press menunjukkan para demonstran pro-pemerintah meneriakkan slogan-slogan saat mereka berbaris di sepanjang jalan utama.
LombokPost --  Otoritas keamanan Iran terus mendalami dugaan keterlibatan pihak asing dalam gelombang unjuk rasa yang melanda negara tersebut.

Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah menangkap dua individu di Provinsi Khorasan Utara yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Penangkapan ini memperkuat narasi Teheran yang menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan sejak akhir tahun lalu.

Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim yang dikutip TASS, kedua tersangka disebut memiliki peran strategis dalam mengoordinasi aksi massa.

Dalam operasi tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa senjata api buatan luar negeri, amunisi, alat komunikasi, serta jejak transaksi keuangan yang mengalir dari rekening bank di negara-negara Barat.

Pengakuan Demonstran


Isu keterlibatan aktor eksternal juga diperkuat oleh sebuah rekaman video yang diunggah akun Iran Military Monitor.

Dalam video tersebut, seorang pria yang identitasnya dirahasiakan mengaku direkrut sebagai demonstran bayaran oleh kelompok pro-Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang kini bermukim di AS.

Pria tersebut mengungkapkan instruksi spesifik yang diterimanya saat menjalani latihan menembak.

“Saat demonstrasi, kamu harus menembak kepala orang, bukan pintu atau tembok,” kata pria tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Iran terkait validitas video tersebut.

Respons Donald Trump


Dari Washington DC, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan terkait dinamika di Teheran. Trump mengklaim bahwa para petinggi Iran mulai membuka pintu dialog untuk meredakan ketegangan.

“Para pemimpin Iran menelepon,” ujar Trump saat akan menaiki pesawat kepresidenan Air Force One, sebagaimana dikutip dari AFP. Ia menambahkan, “Pertemuan tengah diatur. Mereka ingin bernegosiasi.”

Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa pendekatan diplomasi tidak serta-merta menggugurkan opsi kekuatan fisik. “Tak menutup kemungkinan kami akan mengambil tindakan sebelum pertemuan berlangsung,” tegasnya.

Kondisi Terkini Teheran


Di sisi lain, situasi ekonomi di Ibu Kota Teheran dilaporkan kian memprihatinkan. Harga komoditas pangan seperti daging melonjak hingga dua kali lipat, memicu kelumpuhan aktivitas ekonomi. Sebagian besar pusat perbelanjaan terpaksa tutup lebih awal pada sore hari guna menghindari potensi kericuhan.

Namun, di tengah tekanan tersebut, jutaan warga Iran dilaporkan tetap turun ke jalan guna mengikuti anjuran Presiden Masoud Pezeshkian untuk melakukan "aksi perlawanan nasional." Aksi yang meluas ke berbagai provinsi seperti Qom, Shiraz, hingga Mashhad ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan bagi para korban sekaligus bentuk protes terhadap intervensi asing.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #mossad #iran #Donald Trump