Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Peringatan Keras Bill Gates: AI Bisa Jadi Senjata Bioterorisme

Marthadi • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:14 WIB

Bill Gates
Bill Gates
LombokPost - Kecerdasan buatan tak melulu membawa harapan. Di tangan yang salah, teknologi ini justru bisa menjadi ancaman serius bagi umat manusia.

Peringatan keras itu disampaikan pendiri Microsoft, Bill Gates.

Seperti dilansir varindia.com, Gates mengingatkan bahwa artificial intelligence (AI) berpotensi disalahgunakan oleh “aktor jahat” sebagai senjata bioterorisme, jika perkembangannya tidak dibarengi pengawasan dan regulasi ketat.

Menurut Gates, kemajuan AI yang sangat pesat telah menurunkan hambatan bagi individu atau kelompok yang berniat melakukan serangan biologis.

Baca Juga: Kalender Balap 2026 Padat, Kapolda NTB Pastikan Mandalika Aman

Sistem AI canggih, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk membantu merancang patogen, mensimulasikan proses biologis, hingga mempercepat riset yang sebelumnya membutuhkan pelatihan khusus dan waktu bertahun-tahun.

Ia menegaskan, ancaman utama bukan terletak pada teknologi AI itu sendiri, melainkan pada semakin mudah diaksesnya kemampuan tersebut.

Teknologi yang dahulu hanya bisa dijalankan di laboratorium besar dengan ilmuwan berpengalaman, kini berpotensi direplikasi dengan bantuan model AI.

Gates, yang dikenal vokal soal ancaman kesehatan global seperti pandemi dan bioterorisme, kembali menyerukan pentingnya kerja sama internasional.

Baca Juga: Update Daftar Bansos yang Cair Hari Ini 13 Januari 2026: Begini Aturan Baru ‘Pemutihan’ KPM

Ia menilai pemerintah, perusahaan teknologi, dan lembaga riset harus bergerak bersama agar sistem pengamanan, pengawasan, dan standar etika mampu mengimbangi laju perkembangan AI.

Ia juga menyoroti perlunya regulasi yang jelas terhadap penggunaan AI di bidang berisiko tinggi, khususnya biologi dan kimia.

Menurutnya, pengembangan AI yang bertanggung jawab harus mencakup pembatasan akses yang ketat, pemantauan potensi penyalahgunaan, serta kolaborasi dengan otoritas kesehatan publik dan keamanan.

Meski mengeluarkan peringatan serius, Gates tetap optimistis terhadap manfaat AI. Ia menyebut teknologi ini berpotensi besar membantu deteksi penyakit lebih dini, mempercepat pengembangan vaksin, dan meningkatkan respons terhadap wabah.

Namun ia mengingatkan, tanpa tata kelola yang proaktif dan kerangka global yang kuat, risiko AI—terutama terkait bioterorisme—dapat tumbuh seiring meningkatnya kecanggihan dan ketersediaan teknologi tersebut.

Editor : Marthadi
#regulasi AI global #kecerdasan buatan #ancaman ai #bill gates #AI dan bioterorisme