LombokPost - Situasi keamanan dan politik di Iran kian memanas menyusul gelombang kerusuhan yang disertai respons keras pemerintah, klaim kematian warga asing, serta langkah baru Amerika Serikat menjatuhkan sanksi tambahan.
Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang disebutnya sebagai “teroris” di balik kerusuhan tersebut. Ia menegaskan pemerintah Iran akan mengerahkan seluruh kapabilitasnya untuk menumpas kelompok bersenjata yang dituding memicu ketidakstabilan nasional.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Nasirzadeh mengatakan para “perancang dan pelaksana kerusuhan harus mengetahui bahwa kami terus memantau mereka”. Ia juga mengklaim pemerintah sejauh ini masih menunjukkan sikap menahan diri dalam merespons situasi yang berkembang.
Mengulang tudingan lama Teheran, Nasirzadeh menyebut kerusuhan terbaru direkayasa oleh Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, kedua negara tersebut mengarahkan aliran senjata dan dana untuk memicu kekerasan dengan tujuan mendestabilisasi serta memecah belah Iran. Ia mengklaim badan intelijen Iran memiliki pengawasan penuh atas rencana tersebut. Pernyataan itu dilaporkan media pemerintah Press TV.
Di tengah situasi tersebut, Kanada menyampaikan tuduhan serius terhadap otoritas Iran. Menteri Luar Negeri Anita Anand mengklaim seorang warga negara Kanada tewas di Iran saat aksi protes berlangsung. Anand menyatakan telah menerima informasi bahwa korban meninggal dunia “di tangan otoritas Iran”.
“Pejabat konsuler kami telah menjalin kontak dengan keluarga korban di Kanada dan saya menyampaikan belasungkawa terdalam pada saat yang sulit ini,” ujar Anand dalam pernyataan melalui platform X. Ia menegaskan Kanada mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan agar kekerasan oleh rezim Iran segera dihentikan.
Anand menilai aksi protes damai rakyat Iran—yang menuntut agar suara mereka didengar di tengah represi dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung—justru dibalas dengan tindakan yang mengabaikan nilai kehidupan manusia. “Protes damai rakyat Iran telah membuat rezim secara terang-terangan mengabaikan nyawa manusia,” katanya.
Tekanan internasional terhadap Teheran juga datang dari Washington. Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali menjatuhkan sanksi baru terkait Iran. Paket sanksi terbaru ini menyasar lebih dari selusin individu dan entitas yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas Iran.
Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di situs US Department of the Treasury. Hingga kini, pemerintah AS belum merinci latar belakang maupun sektor yang menjadi fokus utama dalam sanksi tersebut, namun menyatakan penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Ketegangan Arktik Memanas: Denmark Kirim Kapal, Jet, dan Pasukan ke Greenland
Rangkaian peristiwa ini menandai meningkatnya tekanan domestik dan internasional terhadap Iran, seiring eskalasi kerusuhan di dalam negeri dan menguatnya respons dari negara-negara Barat.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin