Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Venezuela Dapat USD 300 Juta dari Penjualan Minyak ke AS

Lombok Post Online • Kamis, 22 Januari 2026 | 11:44 WIB

 

BERLABUH: Kapal tanker minyak mentah Nave Photon yang membawa kiriman minyak Venezuela tiba di Freeport, Texas, AS, Rabu (21/1).
BERLABUH: Kapal tanker minyak mentah Nave Photon yang membawa kiriman minyak Venezuela tiba di Freeport, Texas, AS, Rabu (21/1).
 

LombokPost - Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez mengklaim negaranya menerima dana sebesar USD 300 juta atau setara Rp 5 triliun dari Amerika Serikat (AS).

Ini hasil penjualan minyak mentah Venezuela. Dana itu akan digunakan untuk menopang nilai tukar bolivar terhadap dolar Amerika.

Dolar AS telah menjadi mata uang de facto Venezuela sejak dilegalkan oleh Nicolas Maduro pada 2019. Waktu itu tujuannya untuk menahan laju hiperinflasi.

Namun, embargo minyak AS yang telah berlangsung enam tahun menyebabkan kelangkaan dolar di pasar domestik.

Di pasar gelap, nilai tukar dolar dalam beberapa waktu terakhir diperdagangkan hingga 100 persen lebih tinggi dibandingkan kurs resmi. Rodriguez mengatakan pemasukan baru dari minyak akan dipakai untuk menstabilkan pasar valuta asing.

“Langkah ini akan membantu melindungi pendapatan dan daya beli para pekerja,” ujarnya.

Rodriguez menggantikan Maduro setelah mantan presiden itu ditangkap pasukan AS sejak 3 Januari lalu. Presiden AS Donald Trump mendukung Rodriguez memimpin Venezuela.

Dia sebelumnya menjabat wakil Maduro dengan syarat membuka akses perusahaan minyak AS ke cadangan minyak besar negara itu.

Di dalam negeri, Rodriguez berupaya menyeimbangkan tuntutan Washington tanpa memicu penolakan kelompok garis keras pro-Maduro. Pada Senin (19/1), parlemen yang dikuasai saudaranya presiden baru, Jorge Rodriguez, mengumumkan rencana mereformasi 29 undang-undang. Reformasi ini termasuk aturan investasi asing di sektor minyak.

Saat ini, perusahaan asing hanya boleh beroperasi melalui usaha patungan dengan perusahaan minyak negara Petroleos de Venezuela S.A (PDVSA). PDVSA harus memiliki saham mayoritas. “Investasi asing perlu dilindungi dan menguntungkan,” kata Jorge Rodriguez seperti dilansir dari AFP.

Sebagai sinyal keterbukaan terhadap perusahaan minyak AS, Delcy Rodriguez menunjuk Calixto Ortega, seorang bankir lulusan Amerika untuk memimpin badan investasi utama negara. Trump memilih Rodriguez untuk memimpin transisi ketimbang pemimpin oposisi populer peraih Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#investasi #presiden #venezuela #minyak #Amerika Serikat