Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dunia Terbelah! Ada yang Dukung AS, Ada yang Kecam Serangan ke Iran

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:09 WIB

Rudal Iran diluncurkan untuk melumpuhkan target milik AS dan Israel.
Rudal Iran diluncurkan untuk melumpuhkan target milik AS dan Israel.

LombokPost - Reaksi internasional mengalir deras setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran, dengan respons global terbelah antara dukungan terhadap upaya menahan program nuklir Teheran dan kecaman atas eskalasi militer yang dinilai melanggar hukum internasional.

Uni Eropa menyebut situasi di Timur Tengah “sangat berbahaya” dan menyerukan semua pihak menahan diri.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa meminta perlindungan warga sipil serta penghormatan penuh terhadap hukum internasional.

Kepala kebijakan luar negeri UE Kaja Kallas menegaskan konflik terbaru berisiko besar terhadap keamanan global, sembari menekankan blok tersebut tetap mendorong solusi diplomatik dan menjaga jalur pelayaran tetap terbuka melalui misi angkatan lautnya di Laut Merah.

Spanyol juga mendesak de-eskalasi. Menteri Luar Negeri José Manuel Albares menegaskan kekerasan hanya akan membawa kekacauan dan dialog tetap menjadi satu-satunya jalan menuju stabilitas kawasan.

Sebaliknya, Malaysia mengecam keras serangan Israel dan keterlibatan militer AS. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyebut aksi tersebut mendorong Timur Tengah ke “ambang bencana” dan menuntut penghentian permusuhan secara segera dan tanpa syarat.

Ia menilai operasi militer itu berpotensi memperluas konflik dan menggagalkan jalur negosiasi.

Qatar mengutuk serangan rudal Iran yang menghantam wilayahnya dalam aksi balasan Teheran terhadap pangkalan AS dan sekutunya.

Doha menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan ancaman serius bagi stabilitas regional, sembari menegaskan hak untuk merespons.

Australia menyatakan dukungan terhadap langkah Washington. Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan komunitas internasional telah lama sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan mendukung tindakan AS untuk mencegah ancaman tersebut terhadap perdamaian global.

Namun Norwegia mempertanyakan legalitas operasi militer tersebut. Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide menilai serangan pencegahan hanya sah bila ada ancaman yang segera dan nyata, sehingga serangan terhadap Iran dinilai tidak sejalan dengan hukum internasional.

Kritik paling tajam datang dari Rusia. Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev menuding Washington sejak awal tidak serius bernegosiasi dengan Teheran.

Ia menyebut perundingan hanyalah “kedok”, seraya menyindir usia Amerika Serikat yang jauh lebih muda dibanding peradaban Persia.

Belgia menekankan rakyat Iran tidak boleh menanggung dampak dari keputusan pemerintahnya. Menteri Luar Negeri Maxime Prévot menyesalkan kegagalan diplomasi dan menyerukan pemulihan jalur perundingan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.


Pakistan turut mengecam serangan terhadap Iran dan menyerukan penghentian segera konflik melalui diplomasi mendesak. Islamabad menilai krisis hanya dapat diselesaikan melalui solusi damai yang dinegosiasikan.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Krisis Timur Tengah #Reaksi internasional Iran #geopolitik global #Uni Eropa deeskalasi #Rusia kecam AS