Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Urat Nadi Energi Dunia Terganggu, 150 Tanker Terjebak di Selat Hormuz dan Ancaman Guncangan Harga Minyak Global Menanti

Nurul Hidayati • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:21 WIB

Beberapa kapal berada di perairan jalur laut.
Beberapa kapal berada di perairan jalur laut.

LombokPost - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih yang paling mengkhawatirkan bagi stabilitas ekonomi dunia.

Jalur navigasi energi paling vital, Selat Hormuz, mendadak lumpuh akibat eskalasi konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Berdasarkan data pelacakan MarineTraffic, sedikitnya 150 kapal tanker raksasa yang mengangkut minyak mentah dan Liquefied Natural Gas (LNG) kini terpaksa menurunkan jangkar dan tertahan di Teluk Persia.

Baca Juga: Jamaah Umrah Diimbau Tunda Keberangkatan, Konflik Bakal Berefek ke Harga Minyak

Kemacetan laut ini terjadi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negara-negara tetangga seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Para nakhoda tak punya pilihan selain menunggu di tengah ketidakpastian keamanan.

Kelumpuhan jalur sempit ini bagaikan mencekik leher distribusi energi global; mengingat Selat Hormuz adalah jalur perlintasan bagi 20 persen pasokan minyak dunia yang berasal dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, hingga Iran sendiri.

Baca Juga: Menkeu Sebut APBN 2024 Efektif Jaga Stabiltas Ekonomi, Jadi Peredam saat Harga Minyak hingga Inflasi Tinggi

Situasi di lapangan menunjukkan tanda-tanda bahaya yang nyata. Meski belum ada pernyataan penutupan jalur secara resmi, kehadiran militer besar-besaran di kawasan tersebut telah memicu peringatan dari otoritas maritim.

Raksasa energi dunia dan perusahaan pelayaran mulai mengambil langkah defensif dengan menangguhkan pengiriman.

Efek dominonya sudah terasa: volatilitas biaya asuransi kapal meroket dan kekhawatiran akan krisis pasokan global mulai menghantui pasar internasional.

Baca Juga: Bahaya, Indonesia Akan Terkena Imbas Perang Dunia Ke-3, Harga Minyak Akan Melambung

Iran dilaporkan mulai membidik pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dan secara terbuka mempertimbangkan opsi penutupan total Selat Hormuz sebagai kartu as dalam perang ini.

Jika ancaman tersebut benar-benar dieksekusi, dunia dipastikan akan menghadapi guncangan energi terdahsyat dalam beberapa tahun terakhir.

Harga minyak mentah dunia diprediksi akan menembus level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, memicu inflasi global yang sulit terbendung.

Editor : Kimda Farida
#energi #Timur Tengah #tanker #ekonomi dunia #konflik