LombokPost--Jagat maya dan peta geopolitik global mendadak panas setelah Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, melontarkan pernyataan yang menggetarkan dunia melalui akun medianya.
Sebuah insiden di laut dalam dilaporkan telah melibatkan militer Amerika Serikat (AS) dan aset strategis Angkatan Laut Iran.
Dalam pernyataan resminya, Araghchi menyebut bahwa Amerika Serikat telah melakukan sebuah "kekejaman" (atrocity) di laut, yang terjadi sangat jauh dari wilayah kedaulatan Iran, yakni sekitar 2.000 mil dari pesisir Iran.
Yang lebih mengejutkan, target serangan tersebut adalah Frigat Dena, sebuah kapal perang yang saat itu sedang menjadi tamu Angkatan Laut India.
Baca Juga: Suami dan Anak Ikut Main Proyek, KPK Isyaratkan Bupati Pekalongan Tak Menanggung Dosa Sendirian!
Kapal tersebut dilaporkan membawa hampir 130 pelaut ketika dihantam di perairan internasional tanpa adanya peringatan sama sekali.
Peringatan Keras Teheran: "Catat Kata-kata Saya"
Ketegangan mencapai puncaknya saat Araghchi memberikan peringatan terbuka yang sangat keras kepada Washington.
Ia menegaskan bahwa tindakan AS ini akan menjadi preseden yang sangat buruk dan berbahaya bagi keamanan maritim global.
"Catat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah mereka tetapkan ini," tegas Araghchi dalam unggahannya.
Baca Juga: Amerika Serikat Tekor Rp 33 Triliun Hanya dalam 6 Hari Perang Lawan Iran