LombokPost - Kabar simpang siur mengenai penutupan Selat Hormuz pasca serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran akhirnya terjawab.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa jalur vital distribusi energi dunia tersebut tetap terbuka bagi pelayaran internasional.
Namun, Boroujerdi menekankan bahwa ada "aturan main" yang harus dipatuhi di tengah situasi yang memanas.
”Selat Hormuz tidak ditutup, tetap terbuka. Kami hanya memberlakukan protokol lalu lintas khusus untuk saat-saat perang sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan,” ujar Boroujerdi di Jakarta.
Protokol Ketat, Bukan Larangan
Menurutnya, setiap kapal yang memenuhi standar keamanan yang diterapkan otoritas Iran dapat melintas dengan mudah.
Iran mengklaim telah menjadi penjaga keamanan di selat tersebut selama ratusan tahun dan menjamin akses bagi semua negara yang kooperatif.
Menariknya, Dubes Boroujerdi justru menuding Amerika Serikat sebagai biang kerok ketidakstabilan di kawasan tersebut.
”Yang khawatir soal penutupan harus tanya ke AS. Mereka datang dari jauh ke Timur Tengah, lalu mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” sindirnya.
Tepis Isu Nuklir dan Sumpah Balas Dendam
Dalam kesempatan yang sama, Boroujerdi mematahkan tudingan Israel dan AS mengenai pengembangan senjata nuklir di bawah kendali Ayatollah Ali Khamenei.
Ia mengingatkan dunia bahwa sang Pemimpin Agung telah menerbitkan fatwa haram terkait produksi maupun penggunaan senjata nuklir.
Kematian Khamenei akibat serangan musuh menjadi luka dalam bagi Teheran. Boroujerdi menegaskan bahwa tuduhan nuklir hanyalah dalih bagi Israel dan AS untuk melegitimasi agresi mereka.
”Kami pasti akan melakukan balas dendam terhadap pembunuhan Pemimpin Agung kami. Kita semua harus yakin bahwa kemenangan adalah milik kita,” pungkasnya dengan nada tegas.
Dampak Bagi Daerah di Indonesia?
Stabilitas Selat Hormuz sangat krusial bagi Indonesia, termasuk warga di daerah negara ini.
Jika jalur ini terganggu, harga minyak dunia dipastikan melambung, yang berujung pada kenaikan harga BBM dan logistik hingga ke pasar-pasar lokal di daerah dan sekitarnya.
Editor : Kimda Farida