Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menlu Abbas Araghchi Tegaskan Iran Tolak Gencatan Senjata, Tuntut Pengakhiran Perang Permanen

Redaksi Lombok Post • Minggu, 8 Maret 2026 | 23:44 WIB

Abbas Araghchi
Abbas Araghchi
LombokPost-- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara tegas menyatakan bahwa Teheran menolak segala bentuk seruan gencatan senjata dalam konflik bersenjata yang tengah berlangsung melawan Amerika Serikat dan Israel. Araghchi menekankan bahwa fokus utama Iran saat ini adalah mencapai pengakhiran agresi secara permanen.

Dalam wawancara eksklusif melalui program "Meet the Press" NBC News pada Minggu (8/3/2026), Araghchi menjelaskan bahwa keputusan untuk terus melanjutkan operasi militer didasari oleh pelanggaran kesepakatan sebelumnya.

Ia merujuk pada kegagalan gencatan senjata yang dicapai untuk mengakhiri perang 12 hari pada Juni tahun lalu.

Penolakan atas Tawaran Dialog Sementara


Araghchi menilai tawaran gencatan senjata saat ini tidak lagi relevan mengingat rekam jejak pelanggaran yang dilakukan oleh pihak lawan. Ia menuntut adanya jaminan keamanan yang bersifat jangka panjang dan mengikat.

“Dan sekarang Anda ingin meminta gencatan senjata lagi? Ini tidak akan berhasil seperti itu… Harus ada pengakhiran permanen terhadap perang,” kata Araghchi memberikan penegasan.

Ia juga menambahkan bahwa perjuangan bersenjata akan terus dilakukan demi melindungi kedaulatan dan rakyat Iran. “Kecuali kita mencapai itu, saya pikir kita perlu terus berperang demi rakyat dan keamanan kita,” tuturnya.

Respons terhadap Pernyataan Donald Trump


Pernyataan Menlu Iran ini muncul sebagai respons atas desakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah "penyerahan tanpa syarat" dari pihak Teheran.

Araghchi menilai tuntutan tersebut sebagai repetisi dari pola diplomasi AS yang dinilainya tidak akan pernah berhasil diterapkan pada Iran.

Terkait isu dukungan eksternal, Araghchi tidak memberikan konfirmasi mendalam mengenai dugaan bantuan intelijen dari Rusia dalam mengidentifikasi aset militer AS di kawasan Timur Tengah. Namun, ia tidak menampik adanya hubungan strategis yang kuat antara kedua negara.

“Mereka membantu kami dalam berbagai hal. Saya tidak memiliki informasi detail,” katanya, sembari menambahkan bahwa “kerja sama antara Iran dan Rusia bukanlah hal baru, bukan rahasia.”

Baca Juga: Operasi True Promise 4: Iran Klaim Lebih dari 200 Pasukan AS Tewas dan Terluka

Eskalasi Konflik Regional


Ketegangan di kawasan Asia Barat mencapai titik kritis setelah agresi militer pada 28 Februari lalu yang menewaskan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, beserta jajaran komandan tinggi lainnya.

Sebagai bentuk balasan, angkatan bersenjata Iran telah melancarkan serangkaian operasi menggunakan teknologi rudal dan drone mutakhir.

Laporan sejumlah media di Amerika Serikat menyebutkan bahwa bombardir terhadap pangkalan militer AS di wilayah regional serta fasilitas militer Israel telah mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #Abbas Araghchi #amerika #iran