LombokPost--Tragedi kemanusiaan mengguncang Kabul, Afghanistan setelah sebuah rumah sakit khusus rehabilitasi pecandu narkoba dilaporkan hancur akibat serangan udara pada malam hari.
Rumah sakit yang diketahui memiliki kapasitas hingga 2.000 pasien itu dilaporkan menjadi sasaran pemboman sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Serangan tersebut diduga dilakukan oleh rezim militer Pakistan, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Akibat serangan itu, bangunan rumah sakit dilaporkan hangus terbakar dan sebagian besar strukturnya runtuh.
Data sementara menyebutkan jumlah korban tewas terus meningkat drastis, bahkan dilaporkan mencapai ratusan orang, dengan banyak lainnya mengalami luka-luka.
Koresponden TOLO News di lokasi, Bashir Soltani, melaporkan bahwa tim penyelamat masih berjibaku memadamkan api dan mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan.
Baca Juga: Trailer Film Dokumenter 'BTS: The Return' Ungkap Perjalanan Emosional Menuju Album ARIRANG
“Situasi di lokasi sangat memilukan. Banyak korban masih terjebak, dan proses evakuasi berlangsung di tengah puing-puing bangunan yang terbakar,” lapornya.
Sementara itu, pihak otoritas dari Emirat Islam Afghanistan melalui juru bicara menyebutkan bahwa korban tidak hanya pasien, tetapi juga tenaga medis dan staf rumah sakit.
Di sisi lain, muncul dugaan kontroversial bahwa sejumlah korban yang berada di fasilitas tersebut memiliki keterkaitan dengan jaringan tertentu, meski klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Pakistan terkait tudingan serangan tersebut.
Namun, insiden ini langsung memicu kecaman luas dan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan.
Baca Juga: Seruan Keras Ali Larijani: “Dunia Islam Diam Saat Iran Diserang, Kalian Berpihak ke Siapa?”
Tim penyelamat masih terus bekerja di lokasi kejadian, sementara jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses pencarian yang belum selesai.
Editor : Kimda Farida