Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dunia di Ujung Tanduk! Donald J. Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Energi Iran, Teheran Siap Balas Serang

Kimda Farida • Minggu, 22 Maret 2026 | 08:07 WIB

Donald J. Trump melontarkan ultimatum keras: jika Iran tidak membuka penuh Selat Hormuz tanpa ancaman, AS siap menghancurkan pembangkit energi Iran—dimulai dari yang terbesar.
Donald J. Trump melontarkan ultimatum keras: jika Iran tidak membuka penuh Selat Hormuz tanpa ancaman, AS siap menghancurkan pembangkit energi Iran—dimulai dari yang terbesar.

LombokPost-- Ketegangan global kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, melontarkan ancaman keras terhadap Iran.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump memberi ultimatum 48 jam kepada Teheran untuk membuka penuh dan tanpa ancaman jalur strategis Selat Hormuz.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Trump menegaskan Amerika Serikat akan menyerang dan “menghancurkan” fasilitas pembangkit listrik Iran, dimulai dari yang terbesar.

Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global.

Tak hanya itu, laporan terbaru menyebutkan para penasihat Trump disebut-sebut geram atas perkembangan situasi yang melibatkan isu sensitif di kawasan, termasuk Dimona dan Agad, yang dinilai dapat mendorong langkah ekstrem dan berpotensi mengguncang stabilitas energi dunia.

Respons Iran pun tak kalah keras.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas tanpa kompromi.

“Iran akan menargetkan seluruh infrastruktur energi, sistem teknologi informasi, serta fasilitas desalinasi milik Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan,” tegasnya.

Ancaman saling serang ini memicu alarm global. Para pengamat menilai, jika konflik benar-benar pecah, dampaknya bisa meluas—mulai dari lonjakan harga minyak dunia hingga krisis energi yang memukul banyak negara.

Kini, dunia menahan napas.

Dalam hitungan jam, keputusan besar dari kedua pihak bisa menentukan arah stabilitas kawasan—bahkan masa depan energi global.

Editor : Kimda Farida
#krisis global #selat hormuz #geopolitik #iran #trump