Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Eskalasi di Timur Tengah, Rudal Iran Targetkan Pusat Intelijen Israel di Tel Aviv

Redaksi Lombok Post • Selasa, 24 Maret 2026 | 22:38 WIB

Iran luncurkan rudal Sejjil untuk pertama kalinya dalam perang melawan Israel dan AS. (NDTV)
Iran luncurkan rudal Sejjil untuk pertama kalinya dalam perang melawan Israel dan AS. (NDTV)
LombokPost— Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali melancarkan gelombang serangan balasan yang menargetkan sejumlah fasilitas intelijen strategis di wilayah Tel Aviv.

Operasi ini merupakan bagian dari rangkaian serangan udara yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Departemen Hubungan Masyarakat IRGC dalam pernyataan resminya pada Selasa (24/3/2026) menyebutkan bahwa serangan ini merupakan gelombang ke-79 dari Operasi "Janji Sejati 4" (True Promise 4). Operasi tersebut menyasar titik-titik vital milik otoritas Israel dan militer Amerika Serikat.

Dalam operasi tersebut, IRGC mengerahkan kombinasi alutsista darat dan udara, termasuk rudal tipe Kheybar Shekan, Emad, dan Sejjil, serta unit drone kamikaze. Pihak Iran mengklaim serangan tersebut berhasil menembus sistem pertahanan udara berlapis yang disiagakan di wilayah pendudukan.

Target utama serangan mencakup fasilitas intelijen di wilayah utara dan tengah Tel Aviv, serta pusat komersial dan pendukung militer di kawasan Ramat Gan dan Negev. Selain itu, markas logistik serta komando militer di Beersheba juga dilaporkan menjadi sasaran hantaman proyektil.

Intensitas serangan rudal tersebut dilaporkan memicu kepanikan luas di berbagai kota. Kondisi keamanan yang tidak menentu bahkan memaksa penangguhan sidang Knesset (parlemen Israel) yang dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa.

"Kepulan asap tebal dan api yang menyelimuti wilayah pendudukan Israel, sementara memaksa lebih dari dua juta orang berlindung, menjadi bukti tak terbantahkan akan kemampuan rudal dan drone canggih Iran." tulis pernyataan resmi tersebut mengenai efektivitas serangan.

IRGC juga menyoroti adanya upaya sensor sistematis yang dilakukan oleh pihak Israel serta pemblokiran dokumentasi visual oleh Pentagon terkait dampak serangan presisi Iran terhadap aset AS di kawasan. Menurut Teheran, langkah tersebut mencerminkan upaya untuk menyembunyikan realitas kerusakan di lapangan.

Konfrontasi bersenjata ini terus berlanjut sejak agresi militer gabungan yang dimulai pada 28 Februari lalu. Dalam 25 hari terakhir, angkatan bersenjata Iran secara intensif menargetkan posisi militer lawan di berbagai negara regional guna melumpuhkan sistem pertahanan udara yang disiagakan di kawasan Asia Barat.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Timur Tengah #Israel #IRGC #iran