LombokPost - Majalah The Economist memperingatkan bahwa konflik dengan Iran berpotensi menguras kekuatan militer Amerika Serikat dalam jangka panjang.
Dalam analisis terbarunya, media tersebut menilai perang yang berlangsung saat ini tidak hanya berdampak pada operasi jangka pendek, tetapi juga dapat melemahkan kapasitas militer AS selama bertahun-tahun ke depan.
“Perang dengan Iran dapat menguras kekuatan militer Amerika Serikat selama bertahun-tahun,” demikian analisis yang disampaikan.
Laporan tersebut juga menyoroti tekanan besar terhadap logistik dan persenjataan militer Amerika.
“Perang ini menghabiskan amunisi Amerika dan membebani angkatan laut AS yang sejak sebelum konflik sudah berada di bawah tekanan dan bekerja melebihi kapasitasnya,” lanjut analisis tersebut.
Selama beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat memang meningkatkan intensitas operasi militer di kawasan Timur Tengah, termasuk pengerahan kapal induk, jet tempur, serta sistem pertahanan udara dalam skala besar.
Namun operasi tersebut membutuhkan pasokan logistik dan amunisi yang tinggi, terutama dalam menghadapi serangan balasan Iran yang terus berlangsung.
Angkatan Laut AS menjadi salah satu elemen yang paling terdampak, mengingat perannya dalam mengamankan jalur strategis seperti Selat Hormuz serta mendukung operasi udara dari laut.
Sejumlah analis militer menilai bahwa tekanan berkelanjutan terhadap armada laut dan cadangan amunisi dapat berdampak pada kesiapan tempur Amerika di kawasan lain.
Situasi ini menempatkan Washington pada dilema strategis: mempertahankan tekanan militer di Timur Tengah, atau menjaga keseimbangan kekuatan global dalam jangka panjang.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin