LombokPost - Tiongkok dilaporkan memodifikasi ratusan jet tempur tua menjadi pesawat nirawak yang disiagakan di sejumlah pangkalan udara dekat Selat Taiwan.
Langkah ini disebut menjadi bagian dari skenario serangan awal untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara Taiwan.
Laporan dari Mitchell Institute for Aerospace Studies mengungkapkan bahwa pesawat yang digunakan merupakan jet tempur J-6 produksi era 1960-an yang telah dikonversi menjadi pesawat nirawak serang.
Berdasarkan citra satelit, armada tersebut terlihat ditempatkan di sedikitnya enam pangkalan udara di wilayah Fujian dan Guangdong.
200 Armada Telah Dikerahkan
Peneliti senior J. Michael Dahm menyebutkan, sekitar 200 atau lebih pesawat nirawak telah dikerahkan di kawasan tersebut.
“Pesawat jet yang diubah menjadi pesawat nirawak ini akan diterbangkan menuju target pada fase awal serangan terhadap Taiwan,” ujarnya.
Menurut Dahm, pesawat nirawak tersebut akan difungsikan layaknya rudal jelajah dalam jumlah besar.
Ia menilai, serangan masif menggunakan pesawat nirawak ini berpotensi menargetkan Taiwan, Amerika Serikat, maupun sekutunya untuk melemahkan sistem pertahanan udara sejak awal konflik.
Cegat Pakai Rudal Mahal
Seorang pejabat keamanan Taiwan yang tidak disebutkan namanya menyatakan, tujuan utama pengerahan pesawat nirawak itu adalah menguras dan melemahkan sistem pertahanan udara dalam gelombang pertama serangan.
Namun, ia mengakui adanya tantangan dari sisi biaya. “Kami akan menghadapi persoalan efisiensi karena harus menggunakan rudal mahal untuk mencegat target berbiaya rendah,” katanya.
Sementara itu, analis pertahanan Peter Layton menilai potensi serangan Tiongkok akan dilakukan secara berlapis dan simultan. “Akan ada berbagai jenis ancaman yang datang bersamaan. Ini bisa menjadi mimpi buruk bagi sistem pertahanan udara,” ujarnya.
Meski bukan teknologi terbaru, penggunaan pesawat nirawak dari jet tua dinilai tetap efektif karena mampu membebani sistem pertahanan lawan dengan biaya relatif rendah, sekaligus meningkatkan tekanan pada respons militer Taiwan dalam menghadapi potensi konflik di kawasan tersebut.
“Pesawat jet yang diubah menjadi pesawat nirawak ini akan diterbangkan menuju target pada fase awal serangan terhadap Taiwan.” (Michael Dahm, Peneliti Senior Bidang Studi Dirgantara dan Tiongkok) (lyn/gas/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida