LombokPost - Peringatan keras datang dari tokoh senior dunia nuklir. Mantan Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA), Mohamed ElBaradei, mendesak negara-negara Teluk untuk menghentikan eskalasi yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
ElBaradei memperingatkan kawasan Timur Tengah berisiko berubah menjadi “bola api” jika konflik terus dibiarkan meningkat.
“Tidak ada yang bisa menghentikan kegilaan ini?!” tulisnya dalam unggahan media sosial, sambil menandai Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, hingga sejumlah pemimpin dunia, seperti dikutip Minggu (5/4).
Ia juga secara langsung menyasar pemimpin Eropa, termasuk Emmanuel Macron, serta kementerian luar negeri China dan Rusia, mendesak adanya intervensi global.
Peringatan itu muncul setelah Trump kembali mengeluarkan ultimatum terhadap Iran.
Baca Juga: Trump Kembali Ultimatum Iran 48 Jam, “Neraka Akan Turun”
Presiden AS itu menegaskan Teheran harus segera membuat kesepakatan atau membuka kembali Selat Hormuz—jalur vital energi dunia—dalam waktu 48 jam.
“Waktu hampir habis,” tulis Trump. “Semua neraka akan turun.”
ElBaradei bukan suara sembarangan.
Ia memimpin IAEA selama lebih dari satu dekade, termasuk saat awal kontroversi program nuklir Iran mencuat ke publik internasional.
Pada 2005, ia bersama IAEA dianugerahi Nobel Perdamaian atas upaya mendorong penggunaan energi nuklir secara damai.
Baca Juga: Iran Tak Gentar, Ultimatum Trump Ditolak Mentah-Mentah Lagi
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin