LombokPost--Sebuah operasi militer dramatis terjadi di wilayah Iran setelah jet tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat dilaporkan jatuh dan memicu misi penyelamatan berisiko tinggi.
Mengutip laporan dari Al Jazeera, seorang pejabat AS memastikan bahwa kedua awak pesawat telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, meskipun proses evakuasi masih berlangsung di tengah situasi yang sangat berbahaya.
Yang paling menyita perhatian adalah kisah Weapons Systems Officer (WSO) yang disebut bertahan hidup selama lebih dari 30 jam di medan ekstrem Pegunungan Zagros.
Dalam waktu tersebut, ia dilaporkan harus menghindari pengejaran intensif dari berbagai elemen di lapangan, termasuk pasukan keamanan lokal dan kelompok bersenjata.
Operasi penyelamatan tidak berjalan mulus.
Baca Juga: Gas 3 Kg Mulai Sulit, Pengecer Hanya Dapat 10 Tabung
Sumber menyebutkan bahwa tim penyelamat Amerika sempat terlibat baku tembak sengit dengan pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps serta milisi Basij di wilayah barat daya Iran, tepatnya di sekitar Dehdasht.
Pilot pesawat dilaporkan berhasil diamankan lebih awal, sementara WSO menjadi fokus utama dalam operasi pencarian yang berlangsung puluhan jam.
Misi ini bahkan disebut sebagai salah satu operasi penyelamatan tempur paling berisiko yang pernah dilakukan AS di dalam wilayah Iran.
Meski kedua awak berhasil diselamatkan, insiden ini memunculkan sorotan tajam.
Sejumlah laporan menyebut adanya kerugian tambahan dalam operasi tersebut, termasuk kerusakan pada helikopter penyelamat dan keterlibatan pesawat tempur lain dalam upaya perlindungan.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, yang memicu ketegangan global dan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan regional.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi lengkap dari Pentagon terkait seluruh detail operasi, termasuk skala kerugian dan dampak strategis dari insiden tersebut.
Editor : Kimda Farida