LombokPost - Korban tewas akibat serangan Amerika Serikat–Israel di Iran terus meningkat, dengan total hampir 3.600 orang dilaporkan meninggal sejak perang dimulai.
Lembaga pemantau berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), mencatat setidaknya 1.665 dari korban tersebut merupakan warga sipil.
Dari jumlah itu, sedikitnya 248 korban adalah anak-anak.
“Sedikitnya 248 anak termasuk dalam korban tewas akibat serangan,” demikian laporan HRANA, seperti dikutip Selasa (7/4).
Dalam 24 jam terakhir saja, situasi menunjukkan eskalasi signifikan. HRANA melaporkan 49 warga sipil tewas dan 58 lainnya luka-luka pada hari Senin.
Baca Juga: IDF Hantam Shiraz, Targetkan Produksi Rudal Iran
“Sebanyak 573 serangan tercatat dalam 215 insiden di 20 provinsi dalam satu hari,” tulis laporan tersebut.
Angka ini menjadi tingkat serangan tertinggi dalam sepuluh hari terakhir, menandakan intensitas konflik yang terus meningkat di berbagai wilayah Iran.
Lonjakan korban sipil, khususnya anak-anak, memperkuat kekhawatiran internasional terhadap dampak kemanusiaan dari perang yang kian meluas.
Situasi ini juga menambah tekanan global terhadap pihak-pihak yang terlibat konflik, terutama terkait kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional.
“573 serangan terjadi dalam 24 jam terakhir di 20 provinsi,” tutup laporan HRANA.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin