Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Trump-Iran Sepakat Gencatan Senjata, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas!

Marthadi • Rabu, 8 April 2026 | 23:21 WIB
Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama 14 hari ke depan. (AFP)
Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama 14 hari ke depan. (AFP)

LombokPost - Ketegangan global yang nyaris mencapai titik didih mendadak mendingin setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran secara mengejutkan menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu mulai Rabu, 8 April 2026.

Kesepakatan krusial ini pun langsung membuat pasar global berguncang hebat dengan anjloknya harga minyak mentah dunia hingga lebih dari 13 persen.

Dikutip dari laporan BBC News Indonesia, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama 14 hari ke depan.

Keputusan ini diambil dengan syarat mutlak: Republik Islam Iran harus membuka total, segera, dan aman jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade.

Baca Juga: Bikin Tegang! Ryan Gosling Tarung Nyawa di Luar Angkasa demi Selamatkan Bumi, Cek Sinopsis Film Project Hail Mary di CGV

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth bahkan tanpa ragu menyebut momen ini sebagai "kemenangan militer kapital V" bagi Amerika. Hegseth mengklaim bahwa kekuatan udara dan laut Iran telah dibuat tidak efektif untuk tahun-tahun mendatang, sehingga AS kini merasa telah mencapai tujuan militernya.

Tak mau kalah, pihak Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) juga mengklaim kemenangan di medan tempur dan menyatakan bahwa pencapaian tersebut akan dikonsolidasikan dalam meja perundingan politik di Pakistan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan selama serangan terhadap Iran dihentikan.

Namun, di tengah angin segar perdamaian ini, Israel justru mengambil posisi berbeda. Dikutip dari sumber yang sama, pemerintah Israel menegaskan bahwa gencatan senjata dua pekan tersebut sama sekali tidak mencakup wilayah Lebanon.

Baca Juga: Terbongkar! Modus Mafia BBM & LPG Subsidi Diungkap, Pertamina dan Bareskrim Turun Tangan

Hingga saat ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan masih terus membombardir Lebanon dengan serangan udara terbesar sejak dimulainya operasi darat, yang menargetkan kelompok Hizbullah.

Peran Pakistan sebagai mediator menjadi kunci di balik kesepakatan ini. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif telah mengundang kedua belah pihak untuk bertemu di Islamabad pada Jumat, 10 April, guna merundingkan kesepakatan damai yang lebih permanen.

Masyarakat dunia kini tertuju pada dua pekan ke depan yang dianggap sebagai periode sangat sulit dan krusial bagi masa depan perdamaian di Timur Tengah.

Editor : Marthadi
#Gencatan Senjata AS Iran #perang timur tengah #selat hormuz #harga minyak dunia #Donald Trump