LombokPost - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat eskalasi perang di Timur Tengah mulai memicu peningkatan kejahatan di Jerman.
Aparat penegak hukum setempat mencatat maraknya kasus pencurian BBM di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir.
Kantor Polisi Kriminal Saxony-Anhalt mencatat 95 kasus pencurian BBM sepanjang Maret, melonjak 216 persen dibandingkan Februari yang hanya mencapai 30 kasus.
Baca Juga: BBM Naik 42 Persen, Pakistan Gratisin Transportasi Demi Redam Amarah
Nilai kerugian juga meningkat drastis menjadi sekitar 189.000 euro atau setara Rp 3,75 miliar, dari sebelumnya 65.000 euro pada Februari.
Tak hanya itu, media lokal Bild melaporkan bahwa selama libur Paskah, pencuri menggasak sekitar 6.000 liter solar dari dua lokasi konstruksi di negara bagian Baden-Württemberg, masing-masing di kota Pforzheim dan Calw.
Sejak Maret, polisi Pforzheim mencatat sedikitnya 29 kasus pencurian BBM di lokasi konstruksi dan 20 kasus di stasiun pengisian bahan bakar.
Baca Juga: Hemat BBM, Pejabat Eselon II Mulai Naik Sepeda Listrik
Meski pemerintah Jerman telah memberlakukan kebijakan pembatasan perubahan harga BBM hanya sekali dalam sehari, langkah tersebut dinilai belum efektif menekan beban biaya bagi masyarakat maupun meredam lonjakan kejahatan.
Pihak kepolisian mengingatkan bahwa tekanan ekonomi akibat mahalnya energi berpotensi terus memicu tindak kriminal serupa jika situasi geopolitik dan harga BBM belum stabil. (raf/gas/JPG/r3)
Editor : Redaksi