Rolls-Royce Terima Rp 13,8 T dari Pemerintah Inggris, Untuk Kembangkan Reaktor Nuklir Modular

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 12:11 WIB
Direktur Utama Rolls-Royce Tufan Erginbilgic (WEBSITE ROLLS-ROYCE)
Direktur Utama Rolls-Royce Tufan Erginbilgic (WEBSITE ROLLS-ROYCE)

LombokPost - Pemerintah Inggris mempertegas arah kebijakan energinya dengan mengucurkan pendanaan besar untuk pengembangan reaktor nuklir modular kecil (small modular reactor/SMR).

Pendanaan hingga GBP 599 juta atau sekitar Rp 13,8 triliun pun diberikan kepada Rolls-Royce SMR melalui dana kekayaan nasional Inggris.

Skema ini berbentuk pinjaman yang akan dilunasi saat teknologi mulai dioperasikan atau melalui pembiayaan ulang.

Baca Juga: AS kejar Ambisi Bangun Reaktor Nuklir di Bulan, Tuntaskan Infrastruktur Sebelum 2030

Dilansir dari The Guardian, dana tersebut difokuskan untuk mendukung desain dan pengembangan SMR di Wylfa, Pulau Anglesey (Ynys Mon).

Teknologi ini dirancang untuk memproduksi pembangkit listrik nuklir secara modular di fasilitas pabrik.

Sehingga biaya dapat ditekan dan waktu pembangunan lebih singkat dibandingkan reaktor konvensional.

Baca Juga: Israel Diduga Serang Balik Iran, Terdengar Suara Ledakan di Dekat Bandara, Reaktor Nuklir Aman

Direktur Utama Rolls-Royce, Tufan Erginbilgic, menilai dukungan ini sebagai fase krusial.

”Ini adalah tonggak penting bagi bisnis kami dan bagi Inggris saat kami bergerak menuju era keemasan nuklir baru,” katanya.

”(Pendanaan) ini memberikan kepastian kontraktual yang krusial di pasar domestik kami yang akan membuka peluang untuk menerapkan armada global SMR Rolls-Royce,” imbuhnya.

Baca Juga: Dari Nuklir ke Minyak, Narasi Perang Trump Berubah Tiap Hari

Dari sisi kebijakan fiskal, Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menekankan bahwa investasi ini memiliki dampak berlapis.

”Langkah tersebut akan memperkuat keamanan energi kami, menciptakan lapangan kerja terampil, dan membantu membangun generasi baru teknologi nuklir domestik yang akan menggerakkan ekonomi kami selama beberapa dekade ke depan,” bebernya.

Secara operasional, proyek ini diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja di dalam perusahaan.

Namun, implikasinya lebih luas karena pemerintah Inggris memposisikan SMR sebagai solusi energi rendah karbon sekaligus peluang ekspor teknologi di tengah meningkatnya permintaan global akan listrik bersih dan stabil.

”Ini adalah langkah bersejarah untuk energi bersih, pertumbuhan industri, dan lapangan kerja terampil di Wales,” sebut Ketua Asosiasi Industri Nuklir Inggris, Tom Greatrex. (din/dns/JPG/r3)

Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
pendanaan besar pengembang Pabrik reaktor nuklir inggris