
LombokPost - Dalam lima pekan sejak perang Iran dimulai, arah dan tujuan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru semakin kabur. Pernyataan yang berubah-ubah, bahkan saling bertentangan, memperlihatkan bagaimana strategi Washington tampak bergeser hampir setiap hari.
Awalnya, saat operasi militer diluncurkan pada 28 Februari, tujuan yang disampaikan cukup jelas: menghancurkan rudal Iran, melumpuhkan angkatan lautnya, dan mencegah pengembangan senjata nuklir.
Namun seiring waktu, narasi itu berubah.
Dalam satu minggu terakhir saja, Trump menyatakan perang “tidak ada hubungannya dengan minyak”, tetapi kemudian justru menyebut Amerika bisa “mengambil minyak Iran dan menghasilkan keuntungan besar”.
“Kita tidak butuh minyak mereka,” ujarnya dalam pidato nasional.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




