Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Incar Pejabat Amerika Serikat, Motif Pelaku Masih dalam Penyelidikan

Redaksi • Senin, 27 April 2026 | 11:56 WIB
TERDUGA PELAKU: Sebuah ponsel dengan unggahan Truth Social oleh Presiden AS Donald Trump yang menampilkan gambar pelaku yang diduga terlibat dalam insiden penembakan di White House Correspondents’ Dinner tergeletak di tanah setelah ditangkap, Sabtu (25/4). Agen Secret Service AS membawa Donald Trump turun dari panggung saat tembakan terdengar. Saat ini motif resmi pelaku masih dalam penyelidikan. (CHRIS DELMAS / AFP)
TERDUGA PELAKU: Sebuah ponsel dengan unggahan Truth Social oleh Presiden AS Donald Trump yang menampilkan gambar pelaku yang diduga terlibat dalam insiden penembakan di White House Correspondents’ Dinner tergeletak di tanah setelah ditangkap, Sabtu (25/4). Agen Secret Service AS membawa Donald Trump turun dari panggung saat tembakan terdengar. Saat ini motif resmi pelaku masih dalam penyelidikan. (CHRIS DELMAS / AFP)

LombokPost - Cole Tomas Allen yang berprofesi sebagai guru bimbingan belajar (bimbel) melepaskan sedikitnya delapan tembakan di luar lokasi jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (25/4) waktu setempat.

Pria 31 tahun itu diduga menargetkan pejabat pemerintahan Amerika Serikat.

Allen berhasil dibekuk aparat dinas rahasia bersama kepolisian setempat tak lama setelah insiden terjadi. Berdasarkan laporan CNN, Allen diketahui bekerja sebagai guru sekaligus pengembang gim, dan pernah mengajar di lembaga bimbel C2 Education di Torrance, California.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Detik-Detik Mencekam! Donald Trump Unggah Momen Penangkapan Penembak di Lokasi Kejadian

Motif Pelaku

Insiden penembakan terjadi di luar ballroom Washington Hilton, lokasi utama acara. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun suasana sempat panik ketika suara tembakan terdengar. Para undangan dilaporkan berlindung di bawah meja, sementara petugas segera mengunci ruangan dan mengevakuasi tamu penting.

Menurut sumber penegak hukum kepada CBS News, pelaku diduga memiliki niat menyerang pejabat pemerintahan Trump. Namun hingga kini, motif resmi masih diselidiki.

Baca Juga: BREAKING: Ada Penembakan di Washington D.C., Trump Pastikan Pelaku Ditangkap dan Situasi Dikendalikan

Terobos Pemeriksaan

Kepala sementara Kepolisian Metropolitan Washington DC, Jeffery Carroll, menyatakan pelaku membawa sejumlah senjata saat mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan.

“Dia membawa senapan laras panjang, pistol, serta beberapa pisau,” ujarnya.

Baca Juga: Garda Revolusi Iran Sita Kapal Israel, Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Allen disebut melepaskan sedikitnya delapan tembakan sebelum akhirnya dilumpuhkan dan ditangkap di lokasi.

Pelaku Tunggal

Allen tidak mengalami luka tembak, tetapi tetap dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. “Pada tahap ini, tampaknya dia bertindak seorang diri,” kata Carroll, seraya menegaskan penyelidikan masih berlangsung.

Presiden Donald Trump menyebut pelaku sebagai “lone wolf” atau penyerang tunggal. Dalam pernyataan di platform Truth Social, ia mengapresiasi respons cepat aparat. “Malam yang cukup menegangkan di Washington DC. Dinas Rahasia dan penegak hukum melakukan pekerjaan yang fantastis,” tulisnya.

Pengajar Terbaik

Selain Trump, sejumlah pejabat tinggi turut dievakuasi, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Ketua DPR Mike Johnson, Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., serta Menteri Keuangan Scott Bessent.

Dari penelusuran aparat, Allen merupakan lulusan California Institute of Technology (Caltech) dengan gelar teknik mesin, serta meraih gelar master ilmu komputer dari California State University, Dominguez Hills. Ia juga sempat mendapat predikat guru terbaik bulanan di tempatnya mengajar pada Desember 2024. (wan/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#Guru #Amerika Serikat #pelaku #Presdien Naikkan #tembakan