Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rusia Gempur Ukraina 20 Jam Nonstop, Delapan Orang Dilaporkan Tewas

Redaksi • Senin, 27 April 2026 | 12:02 WIB
MEMBARA: Petugas damkar memadamkan api di bangunan yang rusak akibat serangan Rusia di kota Dnipro, Ukraina, Sabtu (25/4). (DINAS PEMADAM KEBAKARAN DNIPRO/AFP)
MEMBARA: Petugas damkar memadamkan api di bangunan yang rusak akibat serangan Rusia di kota Dnipro, Ukraina, Sabtu (25/4). (DINAS PEMADAM KEBAKARAN DNIPRO/AFP)

LombokPost - Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Rusia menghantam kota Dnipro di Ukraina selama hampir 20 jam tanpa henti sejak malam hingga siang hari, Sabtu (25/4).

Wali Kota Dnipro, Borys Filatov, menyebut serangan tersebut sebagai yang terbesar sejak perang pecah.

“Selama lebih dari 20 jam yang mengerikan, Rusia menyerang Dnipro secara bergelombang dengan rudal dan drone,” ujarnya.

Baca Juga: Fokus Amankan Pasokan Energi Nasional, Investasi Rusia di Indonesia Meningkat

Serangan dimulai pada malam hari dan berlangsung hingga siang, menghantam kawasan permukiman, pusat bisnis, hingga infrastruktur energi.

Data terbaru menunjukkan delapan orang tewas dan 49 lainnya terluka, termasuk dua anak-anak.

Seorang wakil wali kota turut menjadi korban luka dan dilaporkan dalam kondisi kritis.

Baca Juga: Rusia Kecam Israel Gempur Lebanon, Menlu Sergei Lavrov Sebut Bisa Rusak Jalur Diplomasi

Di wilayah Dnipropetrovsk yang lebih luas, sedikitnya 10 orang lainnya juga mengalami luka-luka.

Serangan serupa juga terjadi di wilayah Zaporizhzhia yang berdekatan.

Satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya luka setelah sebuah minibus sipil terkena serangan, menurut kepala administrasi militer setempat, Ivan Fedorov.

Baca Juga: Dokumenter “Budi Dokter Soetomo”, dari Gedung FK Unair dan Makam Peneleh ke Festival di Rusia: Demi Otentifikasi, Ranjang Rumah Sakit Pinjam Museum

Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan 619 drone dan 47 rudal dalam satu malam. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan tersebut menargetkan fasilitas militer Ukraina. Moskow secara konsisten membantah menyasar warga sipil selama konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan respons internasional yang lebih tegas atas eskalasi serangan Rusia. “Penting agar dunia tidak berdiam diri dan perang ini tidak tertutupi oleh konflik lain,” ujarnya saat kunjungan ke Azerbaijan.

Di sisi lain, Ukraina juga balas menyerang. Serangan drone dilaporkan terjadi di wilayah Kursk dan Belgorod, Rusia, menyebabkan korban jiwa dan luka. Bahkan, sebuah drone Ukraina mencapai kota industri Yekaterinburg, jauh di dalam wilayah Rusia, meski tanpa korban serius. (idr/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#internasional #ukraina #petugas damkar #serangan #Rusia