Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemprov NTB Dukung Suksesnya Program JKN, Pelayanan Kesehatan Hak Dasar Masyarakat

R
KESEHATAN: Sekda NTB Abul Chair bersama perwakilan MUI Pusat, MUI NTB, Direksi BPJS Kesehatan dan tokoh agama saat kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Program JKN serta Pendampingan Pembelajaran Melalui Penguatan Kapasitas Da
KESEHATAN: Sekda NTB Abul Chair bersama perwakilan MUI Pusat, MUI NTB, Direksi BPJS Kesehatan dan tokoh agama saat kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Program JKN serta Pendampingan Pembelajaran Melalui Penguatan Kapasitas Da'i/Da'iyah di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (23/7). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga yang wajib dijamin oleh negara. Karena itu, pemerintah membuat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Program ini tidak sekadar sebagai layanan administrasi atau mekanisme iuran melainkan sebagai wujud nyata kehadiran negara dengan semangat gotong royong untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses kesehatan yang setara.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Abul Chair saat membuka kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Program JKN serta Pendampingan Pembelajaran Melalui Penguatan Kapasitas Da'i/Da'iyah di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (23/7).

Kegiatan tersebut perwakilan MUI Pusat, MUI NTB, jajaran Direksi BPJS Kesehatan, tokoh agama, akademisi, serta ratusan da'i dan da'iyah dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Dalam sambutannya, Sekda Abul Chair menegaskan bahwa Pemprov NTB mendukung penuh suksesnya Program JKN serta mengajak masyarakat memahami JKN dari sudut pandang kemanusiaan.

Advertisement

Menurut Sekda Abul Chair, ketika seseorang mengalami kondisi darurat, tidak ada yang akan bertanya terlebih dahulu apakah memiliki uang untuk berobat. Naluri kemanusiaan akan mendorong setiap orang untuk menolong tanpa syarat.

“Jika hari ini ada warga yang tiba-tiba sesak napas, apakah kita harus memeriksa isi dompetnya dulu sebelum menolong? Tentu tidak. Kita akan menyelamatkannya terlebih dahulu. Itulah semangat gotong royong yang menjadi roh Program JKN," ujarnya.

Sekda Abul Chair menegaskan, JKN yang dikelola BPJS Kesehatan telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Layanan kesehatan berkualitas bukan lagi hak kelompok tertentu, melainkan menjadi hak seluruh warga negara tanpa membedakan kemampuan ekonomi.

"Melalui JKN, bangsa Indonesia memilih jalan peradaban yang lebih berkeadilan. Tidak boleh ada satu pun warga kehilangan kesempatan untuk hidup sehat hanya karena tidak memiliki biaya. Di situlah negara hadir melindungi rakyatnya," tegasnya.

Sekda Abul Chair juga menjelaskan bahwa filosofi JKN sangat dekat dengan budaya gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam ajaran Islam, nilai tersebut sejalan dengan konsep ta'awun atau saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Status UHC BPJS Kesehatan Lobar Terdampak Penonaktifan JKN-PBI Pusat

Status UHC BPJS Kesehatan Lobar Terdampak Penonaktifan JKN-PBI Pusat

Program Universal Health Coverage (UHC) Lombok Barat dihadapkan pada tantangan fiskal sebagai dampak penonaktifan JKN-KIS PBI pusat.

Daftarkan 650 Warga Miskin JKN-KIS, Kades Senggigi Dipuji BPJS Kesehatan Pusat

Daftarkan 650 Warga Miskin JKN-KIS, Kades Senggigi Dipuji BPJS Kesehatan Pusat

Pemerintah Desa Senggigi mendaftarkan ratusan warganya yang tidak ter-cover Penerima Bantuan Iruan JKN-KIS BPJS Kesehatan dari DBHCHT.

JKN di Ujung Tanduk, 13 Juta Peserta Tidak Aktif karena Nunggak Iuran

JKN di Ujung Tanduk, 13 Juta Peserta Tidak Aktif karena Nunggak Iuran

Ketahanan Aset BPJS untuk Bayar Klaim Tinggal 1,5 Bulan. Kemenkes-Kemenkeu Bakal Gelontorkan Masing-Masing Rp 10 T.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer