Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mensos Gus Ipul Ungkap Jutaan Peserta PBI JKN Bergeser Status

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Mensos Saifullah Yusuf. (YUYUN/LOMBOK POST)
Mensos Saifullah Yusuf. (YUYUN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Pemerintah menegaskan bahwa penonaktifan jutaan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN), merupakan bagian dari pembaruan data nasional agar bantuan kesehatan benar-benar diterima oleh warga yang lebih berhak. 

Kebijakan ini dilakukan berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) dan telah dibahas bersama DPR RI.

“Jadi penonaktifan itu didasarkan pada data terbaru dari BPS,” terang Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, ditemui usai menghadiri Musrenbang 2026 Provinsi NTB, di Mataram, Kamis (16/4). 

Ia menjelaskan proses penonaktifan tersebut merupakan bagian dari upaya perbaikan dan pemutakhiran data secara berkala.

Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang koreksi bagi masyarakat yang merasa berhak namun terdampak kebijakan tersebut.

Advertisement

“Kita juga menyadari bahwa data itu kadang-kadang masih ada yang belum sempurna, masih perlu ground check,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut. 

Setiap warga yang dinonaktifkan tetap memiliki kesempatan untuk mengajukan sanggahan dan reaktivasi.

Pemerintah pun telah menyiapkan berbagai saluran pelayanan agar proses tersebut dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.  

Kemensos juga memperkuat layanan pengaduan melalui Command Center serta WhatsApp Center.

“Bisa melalui kelurahan, desa, atau juga lewat dinsos. Bisa juga lewat aplikasi atau saluran-saluran yang sudah kami buat,” katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen

Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen

Persentase penduduk miskin di Lombok Tengah (Loteng) turun menjadi 10,34 persen pada 2026, setara dengan sekitar 106,82 ribu orang.

Masuk 4 Besar Nasional, NTB Jadi Salah Satu Provinsi Paling Rajin Berolahraga di Indonesia

Masuk 4 Besar Nasional, NTB Jadi Salah Satu Provinsi Paling Rajin Berolahraga di Indonesia

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, NTB berhasil menembus posisi empat besar sebagai provinsi paling rajin berolahraga

Kemiskinan Indonesia 8,07 Persen atau 64,1 Persen? BPS Jelaskan Perbedaan Metodenya

Kemiskinan Indonesia 8,07 Persen atau 64,1 Persen? BPS Jelaskan Perbedaan Metodenya

BPS menjelaskan perbedaan angka kemiskinan 8,07 persen dengan estimasi Bank Dunia 64,1 persen karena menggunakan standar dan tujuan berbeda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer