Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rusia Tolak Resolusi Anti-Iran Usulan AS di Dewan Keamanan PBB

Redaksi Lombok Post • Jumat, 8 Mei 2026 | 10:35 WIB
BERI DUKUNGAN: Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Perpustakaan Kepresidenan Boris Yeltsin di Saint Petersburg, Senin (27/4). (DMITRY LOVETSKY / POOL / AFP)
BERI DUKUNGAN: Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Perpustakaan Kepresidenan Boris Yeltsin di Saint Petersburg, Senin (27/4). (DMITRY LOVETSKY / POOL / AFP)

LombokPost– Rusia secara tegas menolak rancangan resolusi anti-Iran yang diusulkan oleh Amerika Serikat dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Moskow menilai langkah Washington tersebut sebagai upaya konfrontatif yang tidak seimbang untuk mengisolasi Teheran.

Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menyampaikan penolakan tersebut dalam diskusi mengenai keamanan maritim di Teluk Persia, Kamis (7/5/2026) malam. Menurut Rusia, resolusi tersebut secara tidak adil hanya menyasar langkah-langkah pertahanan Iran di Selat Hormuz tanpa melihat latar belakang krisis yang lebih luas.

Nebenzya menegaskan bahwa Rusia tidak akan mendukung teks hukum apa pun yang secara spesifik menyudutkan Iran. Ia berpendapat bahwa stabilitas kawasan tidak akan tercapai selama tindakan agresi dari pihak lain yang menggoyahkan kawasan diabaikan.

“Kami menolak setiap upaya untuk memaksakan narasi yang tidak seimbang terhadap Iran tanpa mempertimbangkan motif dan akar penyebab krisis,” ujar Nebenzya dalam pernyataan resminya di markas PBB.

Lebih lanjut, Rusia memberikan peringatan mengenai dampak dari kebijakan yang dianggap memihak tersebut. “Kami memperingatkan bahwa adopsi resolusi yang bias dapat memicu gelombang ketegangan baru di kawasan Timur Tengah,” tambahnya.

Baca Juga: Ketegangan di Selat Hormuz: Militer Iran Balas Serangan Kapal Tanker oleh Pasukan AS

Bagi Rusia, keamanan navigasi di Teluk Persia tidak bisa diwujudkan melalui kecaman sepihak. Nebenzya menekankan bahwa hal tersebut berkaitan erat dengan penghentian seluruh operasi militer dan eskalasi yang mengganggu jalur pelayaran internasional.

Rusia mendesak seluruh anggota Dewan Keamanan PBB untuk “menghindari memicu ketegangan dan menahan diri dari memperkenalkan resolusi berdasarkan pendekatan konfrontatif,” jelas Nebenzya.

Sikap Rusia ini sejalan dengan posisi China yang sebelumnya juga menentang rancangan serupa. Moskow dan Beijing berpendapat bahwa resolusi yang bias hanya akan memberikan legitimasi bagi tindakan agresif terhadap kedaulatan Iran.

Di sisi lain, Iran secara konsisten menyatakan bahwa kehadiran militer mereka di Teluk Persia merupakan respons sah untuk melindungi kedaulatan dan jalur energi global dari campur tangan asing. Teheran menilai provokasi yang dipimpin AS justru merusak perdamaian dan kemakmuran regional.

Penolakan keras dari Rusia ini kembali menyoroti adanya perlawanan diplomatik terhadap kebijakan luar negeri Washington di Asia Barat. Sebagai gantinya, Moskow terus mendorong dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional demi terciptanya keadilan serta stabilitas jangka panjang.

Editor : Redaksi Lombok Post
#dewan keamanan pbb #iran #Rusia