Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Israel Terus Gempur Lebanon, Teheran Tegaskan Kesepakatan Mencakup Lebanon

Redaksi • Senin, 15 Juni 2026 | 10:24 WIB
ANCAM PERDAMAIAN: Tentara Lebanon berjaga-jaga di saat warga membersihkan puing-puing di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut, Sabtu (14/6). Presiden AS Donald Trump yakin kesepakatan damai antara AS-Iran akan diteken Senin (15/6). Sementara Iran justru masih mengkaji kesepakatan damai tersebut dalam berbagai aspek. Salah satunya memasukkan Lebanon dalam kesepakatan. Namun sampai Sabtu (14/6), Israel masih menggempur Lebanon. (IBRAHIM AMRO / AFP)
ANCAM PERDAMAIAN: Tentara Lebanon berjaga-jaga di saat warga membersihkan puing-puing di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut, Sabtu (14/6). Sementara Iran justru masih mengkaji kesepakatan damai tersebut dalam berbagai aspek. Salah satunya memasukkan Lebanon dalam kesepakatan. Namun sampai Sabtu (14/6), Israel masih menggempur Lebanon. (IBRAHIM AMRO / AFP)

LombokPost - Militer Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah selatan dan timur Lebanon pada Sabtu (14/6).

Serangan itu di tengah sinyal kemajuan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mengenai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Serangan tersebut terjadi ketika Teheran dan Washington disebut semakin dekat mencapai kesepakatan damai yang juga mencakup Lebanon.

Baca Juga: Balas Serangan ke Lebanon, Iran Hantam Pangkalan Udara Ramat David Israel dengan Rudal Balistik

Seorang pejabat senior Amerika Serikat sebelumnya menyatakan draf perjanjian yang tengah dibahas memasukkan Lebanon sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan regional.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan gempuran Israel menghantam sejumlah wilayah di sekitar Nabatieh dan kawasan selatan lainnya.

Serangan terbaru itu menewaskan seorang pejabat lokal di wilayah Rihan, Jezzine. Selain itu, seorang prajurit Lebanon dilaporkan mengalami luka kritis akibat serangan pesawat nirawak Israel di dekat Nabatieh.

Baca Juga: Iran : Perdamaian Kawasan Mustahil Tanpa Penarikan Militer Israel dari Lebanon

Serangan Balik Hizbullah

Di sisi lain, Hizbullah mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap konvoi militer Israel di perbatasan selatan.

Kelompok tersebut juga mengaku menggagalkan upaya infiltrasi pasukan Israel di Kfar Tebnit dan terlibat baku tembak di kawasan Majdal Zoun.

Baca Juga: Ada Misi Tersembunyi Israel di Lebanon, Berdasarkan Pengakuan Sejumlah Prajurit Cadangan IDF

Di tengah eskalasi tersebut, Iran menegaskan Lebanon harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang kawasan. Namun, sejumlah politikus Lebanon menuding Teheran menjadikan negara itu sebagai alat tawar dalam negosiasi geopolitik.

Negara Dilarang Tunduk

Anggota parlemen Hizbullah Ali Fayyad menegaskan Lebanon tetap harus menerima perjanjian damai yang tengah dirundingkan.

"Kami ingin negara Lebanon bernegosiasi untuk dirinya sendiri, tetapi negara tidak boleh tunduk kepada Israel," ujarnya.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyerukan persatuan nasional di tengah situasi yang disebutnya sebagai ujian menentukan bagi masa depan negara tersebut.

Ia menekankan pentingnya negara memonopoli penggunaan senjata dan menegakkan supremasi hukum agar Lebanon tidak terus menjadi sandera kelompok bersenjata. (ida/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Amerika Serikat #Israel #serangan #iran #lebanon