Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Trump Teken Perintah Eksekutif Pengembangan Komputer Kuantum, Targetkan Penguatan Keamanan Siber AS

Redaksi • Rabu, 24 Juni 2026 | 10:31 WIB
KEBIJAKAN BARU: Presiden AS Donald Trump menandatangani dua perintah tentang komputasi kuantum di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Senin (22/6) waktu setempat. (ANDREW HARNIK/AFP)
KEBIJAKAN BARU: Presiden AS Donald Trump menandatangani dua perintah tentang komputasi kuantum di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Senin (22/6) waktu setempat. (ANDREW HARNIK/AFP)

LombokPost - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) menempatkan komputasi kuantum sebagai prioritas strategis nasional.

Presiden Donald Trump pada Senin (22/6) waktu setempat menandatangani dua perintah eksekutif yang mendorong pembangunan komputer kuantum berdaya tinggi untuk mendukung riset ilmiah sekaligus memperkuat sistem keamanan siber pemerintah.

Teknologi ini menggunakan prinsip fisika kuantum untuk memproses informasi dengan cara yang memungkinkan penyelesaian masalah kompleks jauh lebih cepat dibanding superkomputer modern.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bisa Naik Lagi, Amerika Serikat Tetap Berkomitmen pada Perdamaian

Itu termasuk potensi untuk memecahkan sistem enkripsi yang saat ini melindungi jaringan digital.

 Dilansir dari Reuters Selasa (23/6), langkah tersebut menegaskan ambisi Washington untuk mempercepat posisi unggul dalam perlombaan teknologi global.

”Kami meyakini hal ini dapat terwujud pada 2028,” kata Michael Kratsios, Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih.

Baca Juga: 500 Kapal Antre Lewati Selat Hormuz, Amerika Serikat dan Iran Sepakat Berdamai

Standar Kriptografi Baru

Selain pengembangan teknologi inti, salah satu perintah eksekutif juga menetapkan target migrasi sistem komputasi pemerintah ke standar kriptografi pasca-kuantum (PQC) pada 2030 atau 2031.

Langkah ini dirancang untuk mengantisipasi potensi serangan siber yang dapat memanfaatkan kemampuan komputer kuantum dalam membongkar sistem enkripsi konvensional.

Baca Juga: Situs Sejarah Diserang, Iran Siap Gugat Amerika Serikat dan Israel ke Jalur Hukum Internasional

Perintah lainnya menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam perlindungan hak kekayaan intelektual dan keamanan rantai pasok teknologi.

”Kebijakan dirancang dengan mempertimbangkan para pesaing dan pihak-pihak yang berupaya melemahkan keamanan ekonomi dan keamanan nasional Amerika Serikat,” tutur Kratsios.

Investasi Ekuitas

Pemerintah AS juga memperluas dukungan finansial melalui langkah Departemen Perdagangan yang sebelumnya mengumumkan investasi ekuitas senilai USD 2 miliar di sembilan perusahaan komputasi kuantum, termasuk entitas baru hasil pengembangan IBM. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung negara dalam mempercepat ekosistem industri kuantum domestik.

Selain itu, paket kebijakan tersebut juga menginstruksikan lembaga federal untuk mengembangkan rencana penerapan sensor dan jaringan berbasis kuantum dalam lima tahun ke depan. Teknologi ini diproyeksikan dapat membuka peluang baru dalam penginderaan presisi tinggi, komunikasi aman, dan sistem komputasi terdistribusi. (din/dns/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#digital #siber #Amerika Serikat #kekayaan intelektual #teknologi