
LombokPost - PASAR keuangan global kembali terguncang pada pembukaan pasar Senin (18/5). Harga minyak dunia melonjak tajam, sementara mayoritas bursa saham Asia dan Eropa kompak melemah.
Pemicunya adalah kebuntuan penyelesaian konflik Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap seretnya pasokan energi global.
Dilansir dari Barrons, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,5 persen menjadi USD 108 per barel.
Baca Juga: Situs Sejarah Diserang, Iran Siap Gugat Amerika Serikat dan Israel ke Jalur Hukum Internasional
Kenaikan dipicu berlanjutnya penutupan Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas dunia.
“Selat Hormuz tetap tertutup secara signifikan kini sudah hampir sebelas minggu setelah pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing berakhir tanpa terobosan dalam pembukaan kembali,” ujar analis MUFG Michael Wan.
AS dan Iran memang sudah menjalani gencatan senjata sejak 8 April. Namun, kesepakatan damai permanen tak kunjung tercapai.
Baca Juga: Upayakan Penghentian Konflik permanen, Iran Serahkan Tanggapan Atas Proposal Amerika Serikat
Trump pun kembali mengancam Iran. “Iran harus segera bergerak menuju kesepakatan damai atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” katanya, Sabtu (16/5), seperti dilansir CNBC.
Pernyataan itu memperburuk sentimen investor karena negosiasi antara Washington dan Teheran masih buntu. Apalagi, Iran juga sudah menyatakan, siap berperang lagi.
Negeri yang dulu bernama Persia tersebut bahkan melatih warganya untuk menggunakan senapan AK-47.
Selain itu, Iran juga berencana mempermanenkan tarif melintasi Selat Hormuz yang sudah mereka terapkan setelah diserang AS dan Israel.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




