LombokPost - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali menegaskan ambisinya memperbesar kekuatan nuklir negaranya.
Dalam rapat Partai Buruh yang berakhir pekan ini, Kim menyebut perluasan kekuatan nuklir sebagai cara paling tepat dan unik untuk menghadapi situasi global yang semakin tidak stabil.
Pernyataan itu mempertegas langkah Pyongyang yang dalam beberapa bulan terakhir terus meningkatkan retorika militernya.
Kim sebelumnya berjanji melengkapi kapal perang dengan rudal nuklir, menggandakan produksi bahan senjata, dan memperluas arsenal nuklir Korea Utara dengan laju yang disebut eksponensial.
Analis menilai fokus Korea Utara kini bukan lagi sekadar memiliki senjata nuklir, melainkan membangun persenjataan dalam jumlah besar yang sulit dilumpuhkan melalui serangan maupun perundingan diplomatik.
"Ini adalah kekuatan yang begitu besar dan tersebar sehingga tidak bisa dihancurkan hanya dengan satu serangan. Semakin sulit pula untuk dibongkar melalui diplomasi," ujar peneliti Sejong Institute di Seoul Peter Ward.
Menurut Ward, Korea Utara tampaknya belajar dari serangan Amerika terhadap Iran. Pyongyang ingin memastikan negaranya memiliki kemampuan nuklir yang cukup besar untuk mencegah intervensi militer dari luar.
"Sebuah negara yang hanya berada di ambang kepemilikan senjata nuklir justru menjadi sasaran empuk," katanya.
Saat ini, Korea Utara memiliki sistem peluncur rudal yang tersebar di berbagai lokasi.
Baca Juga: Menlu Sugiono ke Pyongyang, Akhiri Satu Dekade Lebih Jeda Diplomasi Indonesia–Korea Utara
Peluncur rudal ada di jalan raya dan rel kereta, fasilitas bawah tanah yang diperkuat, hingga armada kapal selam yang terus berkembang. (lyn/gas/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online