Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Korea Utara Lengkapi Kapal Perang dengan Rudal Nuklir

Redaksi • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:24 WIB
SIAP TEMPUR: Korea Utara melakukan uji coba rudal dari dek kapal perusak terbaru Korea Utara, Choe Hyon, di lepas pantai lokasi yang tidak diungkapkan di Korea Utara. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)
SIAP TEMPUR: Korea Utara melakukan uji coba rudal dari dek kapal perusak terbaru Korea Utara, Choe Hyon, di lepas pantai lokasi yang tidak diungkapkan di Korea Utara. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

LombokPost - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali menegaskan ambisinya memperbesar kekuatan nuklir negaranya.

Dalam rapat Partai Buruh yang berakhir pekan ini, Kim menyebut perluasan kekuatan nuklir sebagai cara paling tepat dan unik untuk menghadapi situasi global yang semakin tidak stabil.

Pernyataan itu mempertegas langkah Pyongyang yang dalam beberapa bulan terakhir terus meningkatkan retorika militernya.

Baca Juga: Xi Jinping Dikabarkan Akan Sambangi Korea Utara, Ada Sinyal Besar di Balik Pertemuan dengan Kim Jong Un?

Kim sebelumnya berjanji melengkapi kapal perang dengan rudal nuklir, menggandakan produksi bahan senjata, dan memperluas arsenal nuklir Korea Utara dengan laju yang disebut eksponensial.

Analis menilai fokus Korea Utara kini bukan lagi sekadar memiliki senjata nuklir, melainkan membangun persenjataan dalam jumlah besar yang sulit dilumpuhkan melalui serangan maupun perundingan diplomatik.

"Ini adalah kekuatan yang begitu besar dan tersebar sehingga tidak bisa dihancurkan hanya dengan satu serangan. Semakin sulit pula untuk dibongkar melalui diplomasi," ujar peneliti Sejong Institute di Seoul Peter Ward.               

Baca Juga: Korea Utara Setujui Tayangan Premier League dengan Regulasi Ketat, Durasi Dipangkas dan Konten Disensor

Menurut Ward, Korea Utara tampaknya belajar dari serangan Amerika terhadap Iran. Pyongyang ingin memastikan negaranya memiliki kemampuan nuklir yang cukup besar untuk mencegah intervensi militer dari luar.

"Sebuah negara yang hanya berada di ambang kepemilikan senjata nuklir justru menjadi sasaran empuk," katanya.

Saat ini, Korea Utara memiliki sistem peluncur rudal yang tersebar di berbagai lokasi.

Baca Juga: Menlu Sugiono ke Pyongyang, Akhiri Satu Dekade Lebih Jeda Diplomasi Indonesia–Korea Utara

Peluncur rudal ada di jalan raya dan rel kereta, fasilitas bawah tanah yang diperkuat, hingga armada kapal selam yang terus berkembang. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#diplomatik #nuklir #senjata #serangan #korea utara