Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Serangan Israel ke Iran Tetap Berlanjut, Operasi Militer Israel di Lebanon Belum Berakhir

Redaksi • Jumat, 26 Juni 2026 | 14:02 WIB
KORBAN PERANG: Seorang pria duduk di dekat puing-puing bangunan akibat serangan Israel di Kota Nabatieh, al-Fawqa, Lebanon pada Selasa (23/6). Netanyahu juga mengumumkan akan menyerang Iran. (FADEL ITANI/AFP)
KORBAN PERANG: Seorang pria duduk di dekat puing-puing bangunan akibat serangan Israel di Kota Nabatieh, al-Fawqa, Lebanon pada Selasa (23/6). Netanyahu juga mengumumkan akan menyerang Iran. (FADEL ITANI/AFP)

LombokPost - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya akan terus melancarkan operasi terhadap Iran meski Amerika Serikat (AS) memilih menempuh jalur diplomasi dengan Teheran melalui nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan konflik.

Sikap tersebut menandakan Israel siap bertindak sendiri guna mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Dalam pidatonya pada konferensi Muni Expo di Tel Aviv, Netanyahu menyebut program nuklir Iran sebagai ancaman langsung terhadap keberlangsungan negara Israel. Karena itu, pemerintahnya tidak akan menghentikan operasi militer maupun intelijen terhadap Iran.

Baca Juga: AS Tolak Iran Pungut Tarif di Selat Hormuz, Kesepakatan Damai Washington-Teheran Belum Tercapai

"Kami telah melakukan banyak operasi di dalam Iran dan akan terus bertindak untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," kata Netanyahu, seperti dikutip Middle East Eye Kamis (25/6).

Pernyataan tersebut berbeda dengan pendekatan Washington yang tengah berupaya meredakan ketegangan melalui jalur diplomatik.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni sebagai langkah awal mengakhiri konflik yang dipicu serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Baca Juga: Mayoritas Rakyat Israel Desak Netanyahu Mundur, Usai Kesepakatan Iran-AS Rugikan Tel Aviv

Netanyahu juga mengatakan operasi militer Israel di Lebanon belum berakhir. Menurutnya, pasukan Israel masih membangun zona penyangga keamanan di Lebanon selatan untuk mencegah infiltrasi kelompok Hizbullah ke wilayah Israel.

Di tengah proses diplomasi itu, hubungan Washington dan Teheran kembali diuji setelah Iran sempat mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu (28/6).

Teheran beralasan langkah tersebut dipicu dugaan pelanggaran terhadap komitmen dalam nota kesepahaman, termasuk serangan terbaru Israel di Lebanon selatan.

Baca Juga: MoU AS-Iran Diteken Jumat 19 Juni 2026, Rupiah dan IHSG Mulai Pulih

Namun, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) membantah laporan tersebut dan menyatakan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tetap berjalan normal. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#perdana menteri #nuklir #Israel #senjata #iran