Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Israel Jangan Ganggu Upaya Damai AS-Iran, Presiden Turki Kecam Serangan ke Lebanon

Redaksi • Senin, 6 Juli 2026 | 10:39 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AFP)

LombokPost - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengingatkan Israel agar tidak mengganggu proses perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang saat ini tengah berlangsung.

Menurut Erdogan, stabilitas kawasan Timur Tengah hanya dapat terwujud apabila seluruh negara di kawasan mendukung upaya penyelesaian konflik secara damai.

Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan saat bertemu Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Syarif di Istanbul, Sabtu (5/7).

Baca Juga: Viral Aktivis Gaza Tiba di Turki dengan Kondisi Memprihatinkan, Dugaan Kekerasan Saat Ditahan Israel Jadi Sorotan

Dalam pertemuan itu, Erdogan menegaskan tidak ada solusi jangka panjang bagi kawasan jika tidak dibangun atas kehendak dan kontribusi negara-negara di Timur Tengah.

"Kami memantau dengan cermat upaya pemerintah Israel untuk menggagalkan kesepakatan tersebut," ujar Erdogan seperti dikutip AFP.

Ia menilai pemerintah Israel tidak boleh kembali menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas di tengah berlangsungnya proses diplomasi antara Washington dan Teheran.

Baca Juga: Indonesia Minta Bantuan Jordania dan Turki, Pastikan Keamanan 9 WNI yang Diculik Israel

Konsisten Mengkritik

Turki, yang merupakan anggota NATO sekaligus bertetangga dengan Iran, selama ini berulang kali menuduh Israel berupaya menghambat peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.

Erdogan juga konsisten mengkritik operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, maupun Suriah.

Baca Juga: Batik Sasambo SMKN 5 Mataram Tembus Eropa, Laris di Jerman dan Dilirik Turki

Dalam proses perundingan tersebut, Iran disebut mengajukan sejumlah syarat, salah satunya meminta Israel menghentikan serangan terhadap Lebanon yang selama ini dilakukan dengan alasan memerangi kelompok Hizbullah.

Namun, serangan Israel masih terus berlangsung sehingga memicu kekhawatiran akan terganggunya proses negosiasi.

Berharap Konflik Berakhir

Erdogan menegaskan masyarakat internasional berharap konflik di Timur Tengah segera berakhir melalui jalur diplomasi. Menurutnya, pendekatan militer hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat sipil dan menghambat terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Selain membahas situasi regional, Erdogan dan Shehbaz Syarif juga membicarakan peningkatan kerja sama bilateral. Kedua pemimpin sepakat memperkuat kolaborasi di sektor energi, transportasi, mineral strategis, teknologi informasi, hingga pertahanan. Turki dan Pakistan juga menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 5 miliar dalam beberapa tahun mendatang. (wan/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Turki #presiden #hizbullah #Amerika Serikat #Timur Tengah