Satu Tentara AS Dilaporkan Masih Hilang: Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS, Washington Lanjutkan Operasi Militer

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:36 WIB
KEMBALI MEMANAS: Sebuah jembatan yang menghubungkan Roudan dan Bandar Abbas di Iran selatan rusak parah akibat serangan AS pada Sabtu (18/7). Iran membalas serangan itu dengan membombardir sejumlah pangkalan AS, salah satunya di Jordania yang mengakibatkan dua tentara AS tewas dan satu tentara dilaporkan masih hilang. (AMIR HOSSEIN KHORGOOEI / ISNA / AFP)
KEMBALI MEMANAS: Sebuah jembatan yang menghubungkan Roudan dan Bandar Abbas di Iran selatan rusak parah akibat serangan AS pada Sabtu (18/7). Iran membalas serangan itu dengan membombardir sejumlah pangkalan AS, salah satunya di Jordania yang mengakibatkan dua tentara AS tewas dan satu tentara dilaporkan masih hilang. (AMIR HOSSEIN KHORGOOEI / ISNA / AFP)

LombokPost - Dua personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas setelah serangan rudal dan drone Iran menghantam posisi pasukan AS di Jordania, Sabtu (18/7) malam.

Insiden tersebut menjadi korban jiwa pertama di pihak militer AS akibat serangan langsung Iran sejak Maret lalu dan langsung memicu serangan balasan dari Washington.

Mengutip Al Jazeera, Ahad (19/7), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan baru ke sejumlah fasilitas vital milik Iran.

Baca Juga: Iran Hanguskan Depot Bahan Bakar Pangkalan Militer AS, Washington Gempur Teheran Tiga Malam

Operasi itu disebut sebagai respons atas serangan yang menewaskan dua prajurit AS.

"Serangan-serangan ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.

Satu Orang Hilang

Baca Juga: Iran Serentak Bombardir Enam Negara, Serangan Balasan yang Menyasar Fasilitas Militer AS

Selain dua korban tewas, satu personel militer AS dilaporkan masih hilang, sementara empat lainnya dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk menjalani perawatan akibat luka-luka.

Hingga kini, otoritas AS belum mengungkap identitas korban maupun perkembangan pencarian personel yang hilang.

Sehari sebelumnya, militer AS sempat mengumumkan penghentian sementara operasi serangan terhadap Iran.

Baca Juga: Gebrakan Laptop Bisnis Masa Depan: ASUS ExpertBook PM5 G2 Tawarkan Otak AI Monster dan Durabilitas Militer

Namun, kematian dua tentaranya membuat Washington kembali melancarkan operasi militer ke wilayah Iran.

Skala Penuh

Di sisi lain, Iran mengancam akan meningkatkan eskalasi konflik apabila serangan AS terus berlanjut.

Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, menyatakan negaranya siap memasuki fase operasi serangan skala penuh jika Washington tetap menggempur Iran.

"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," ujar Rezaei seperti dikutip media pemerintah IRIB. (wan/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Amerika Serikat serangan iran rumah sakit militer