Drone Ukraina Gempur Sekolah TK di Rusia

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:42 WIB
DIBOM: Warga sekitar menyaksikan asap mengepul dari kebakaran di kompleks logistik perusahaan e-commerce Rusia Wildberries di kota Elektrostal, pinggiran Moskow, Sabtu (18/7). (TATYANA MAKEYEVA / AFP)
DIBOM: Warga sekitar menyaksikan asap mengepul dari kebakaran di kompleks logistik perusahaan e-commerce Rusia Wildberries di kota Elektrostal, pinggiran Moskow, Sabtu (18/7). (TATYANA MAKEYEVA / AFP)

LombokPost - Serangan drone Ukraina menghantam sejumlah wilayah Rusia pada Sabtu (18/7) malam.

Selain menghantam dua gudang logistik utama, serangan itu juga merusak sebuah bangunan taman kanak-kanak (TK) di wilayah Moskow.

Delapan orang dilaporkan tewas akibat rangkaian serangan tersebut.

Baca Juga: Posbankum Desa Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Menkum Perkenalkannya di Forum Hukum Internasional Rusia

Bangunan TK yang terdampak diketahui sedang kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Namun, tujuh pekerja shift malam di gudang logistik Wildberries di Tambov tewas di lokasi, sementara seorang korban lainnya meninggal di rumah sakit di Moskow.

Hampir 60 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Baca Juga: Tentara Inggris Sergap Kapal Tanker Minyak Rusia

Fasilitas milik Wildberries, perusahaan e-commerce terbesar di Rusia, menjadi sasaran utama serangan.

CEO Wildberries Tatiana Kim menyebut insiden tersebut sebagai tragedi besar yang menimbulkan duka mendalam.

"Lebih dari 370 drone menyerang wilayah ibu kota hanya dalam semalam," kata Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin. Rusia juga mengklaim telah mencegat hampir 1.900 drone Ukraina sepanjang pekan ini.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Kunjungan ke Luar Negeri Lagi, Kali ini ke Rusia Hadiri KTT ASEAN-Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui serangan tersebut.

“Operasi itu sebagai balasan atas serangan Rusia terhadap wilayah sipil Ukraina,” katanya. (idr/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
ukraina serangan korban jiwa rumah sakit Rusia