
LombokPost - Angkatan bersenjata Inggris menyergap kapal tanker minyak dari armada bayangan Rusia di Selat Inggris, Ahad (14/6) dini hari.
Operasi tersebut menjadi pertama kalinya dipimpin langsung oleh Inggris dalam upaya menindak kapal-kapal yang diduga membantu ekspor minyak Rusia yang dikenai sanksi internasional.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengonfirmasi operasi yang berlangsung selama enam jam tersebut.
Baca Juga: Mobil Listrik Berpotensi Makin Diminati, Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz
Dalam operasi itu, pasukan komando Marinir Kerajaan bersama petugas Badan Kejahatan Nasional menaiki dan mengambil alih kendali kapal tanker Smyrtos yang berlayar menggunakan bendera Kamerun.
Berdasarkan data pelacakan pelayaran, kapal tersebut kini berada di perairan lepas pantai Dorset, dekat Weymouth.
Otoritas Inggris menyatakan kapal itu akan terus dipantau untuk mengantisipasi potensi masalah keselamatan maupun dampak lingkungan.
Baca Juga: Kapal Perang AS Bersiap Kawal Tanker di Selat Hormuz, Setelah Proposal Damai Ditolak Iran
Pemerintah Inggris menyebut Smyrtos merupakan salah satu dari sekitar 700 kapal yang tergabung dalam armada bayangan Rusia.
Armada tersebut diduga berperan penting dalam mengangkut minyak Rusia yang terkena sanksi Barat akibat perang di Ukraina.
Menurut otoritas Inggris, sekitar 75 persen ekspor minyak Rusia yang dikenai pembatasan dilakukan melalui jaringan armada bayangan tersebut.
Keberadaan kapal-kapal itu dinilai membantu Moskow mempertahankan pendapatan dari sektor energi di tengah tekanan ekonomi internasional.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



