Enam Calon Sekjen PBB Tawarkan Perdamaian Dunia

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:13 WIB
BEREBUT KURSI: Para kandidat menjelaskan visi kepemimpinan dalam forum terbuka yang digelar di Aula Majelis Umum PBB, Kamis (23/7). (LEONARDO MUNOZ/AFP)
BEREBUT KURSI: Para kandidat menjelaskan visi kepemimpinan dalam forum terbuka yang digelar di Aula Majelis Umum PBB, Kamis (23/7). (LEONARDO MUNOZ/AFP)

LombokPost - Enam kandidat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memaparkan agenda reformasi organisasi menjelang dimulainya proses pemilihan resmi pekan depan.

Di tengah krisis kepercayaan dan tantangan keuangan yang membelit PBB, para calon menawarkan berbagai pendekatan untuk mengembalikan peran organisasi dalam menjaga perdamaian dunia.

Dilansir dari South China Morning Post, enam kandidat tersebut ialah Michelle Bachelet dari Chili, Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, Rafael Grossi dari Argentina dan Rebeca Grynspan yang berasal dari Kosta Rika.

Baca Juga: RI-PBB Desak Investigasi Menyeluruh, Rencana Pengiriman Pasukan ke Gaza Perlu Ditinjau Ulang

Ada juga Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana dan Macky Sall wakil Senegal. Mereka akan memperebutkan kursi yang ditinggalkan Antonio Guterres pada akhir Desember.

Dalam forum terbuka yang digelar di Aula Majelis Umum PBB Kamis (23/7) waktu setempat, para kandidat bergantian menjelaskan visi kepemimpinannya.

Pemungutan suara awal oleh 15 anggota Dewan Keamanan PBB dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli.

Baca Juga: Sekjen PBB Murka! Penjaga Perdamaian RI Tewas di Lebanon, Serukan Dunia Hentikan Serangan

Mantan Kepala Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rebeca Grynspan, mengatakan ukuran keberhasilan kepemimpinannya adalah ketika PBB kembali menjadi aktor utama dalam penyelesaian konflik internasional.

"Lima tahun dari sekarang, saya tidak ingin ada yang bertanya lagi kepada saya, 'di mana PBB?'. Saya ingin melihat PBB kembali berada di meja perundingan konflik dan mampu menghadirkan hasil nyata di lapangan," ujarnya.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menilai PBB harus lebih berani menggunakan mandatnya ketika terjadi agresi antarnegara. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
internasional calon Pembangunan pbb pemilihan