Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

NTB Perkuat Layanan Dasar, SPM Harus Terasa di Masyarakat

K
Penulis: Kimda Farida❯
WORKSHOP: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu NTB Sinta Agathia bersama kepala perangkat daerah, TAPD, perwakilan pemerintah pusat saat workshop RAD penerapan SPM Provinsi NTB Tahun 2026–2029 di Mataram, Rabu (16/9).
WORKSHOP: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu NTB Sinta Agathia bersama kepala perangkat daerah, TAPD, perwakilan pemerintah pusat saat workshop RAD penerapan SPM Provinsi NTB Tahun 2026–2029 di Mataram, Rabu (16/9).

Advertisement

 

LombokPost--Pemprov NTB memperkuat komitmen pemenuhan pelayanan dasar masyarakat dengan memastikan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terhubung langsung dengan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pembukaan Workshop Rencana Aksi Daerah (RAD) Penerapan SPM Provinsi NTB Tahun 2026–2029 di Mataram, Rabu (16/9).

Advertisement

Workshop tersebut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu NTB Sinta Agathia, para kepala perangkat daerah pengampu SPM, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), perwakilan pemerintah pusat, Program SKALA, dan mitra pembangunan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari diseminasi Peraturan Gubernur NTB Nomor 7 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Daerah Penerapan SPM Tahun 2026–2029, sebagai acuan pemerintah daerah dalam mengarahkan pemenuhan pelayanan dasar selama periode tersebut.

Gubernur NTB Miq Iqbal dalam kesempatan tersebut mengatakan RAD SPM tidak boleh berhenti sebagai dokumen kebijakan.

Advertisement

Dokumen tersebut harus mengubah cara pemerintah bekerja, mulai dari menentukan prioritas, mengalokasikan anggaran, melaksanakan program, hingga mengukur hasilnya di tengah masyarakat.

“Pemerintah harus menempatkan pelayanan publik sebagai inti dari seluruh pekerjaan pemerintahan. Berbagai sumber daya pemerintah harus diarahkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang menjadi haknya,” tegasnya.

Karena itu, target SPM perlu diterjemahkan ke dalam program, kegiatan, subkegiatan, dan indikator kinerja, serta diselaraskan dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

Konsolidasi dalam workshop mencakup penyelarasan RAD SPM dengan RKPD, KUA-PPAS dan rancangan APBD, termasuk penajaman program berdasarkan KUA-PPAS 2027 serta penguatan pengawasan penerapan SPM.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pilah Aset Berdasarkan OPD, Pemprov NTB Kejar Nilai Tambah

Pilah Aset Berdasarkan OPD, Pemprov NTB Kejar Nilai Tambah

Pemprov NTB menata aset daerah berdasarkan OPD untuk memastikan legalitas, mengoptimalkan pemanfaatan, dan meningkatkan nilai ekonomi aset.

Langkah Strategis Pemprov NTB Menembus Panggung Kebudayaan Dunia di Australia

Langkah Strategis Pemprov NTB Menembus Panggung Kebudayaan Dunia di Australia

Delegasi NTB menggelar serangkaian kegiatan strategis di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Diarahkan Kemendagri, Pemprov NTB Siapkan Pergub Pengendalian Karhutla

Diarahkan Kemendagri, Pemprov NTB Siapkan Pergub Pengendalian Karhutla

Pemprov NTB menyiapkan Pergub pengendalian karhutla, menyusul luas lahan terbakar hampir 19.000 hektare hingga September 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer