LombokPost - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan teguran kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat keduanya bertemu di Gedung Putih, Selasa (28/7) waktu setempat.
Trump menegaskan dirinya tidak memerlukan penjelasan Netanyahu terkait dugaan aktivitas nuklir Iran dan menolak dianggap perlu diyakinkan untuk tetap terlibat dalam isu tersebut.
Sebelum pertemuan berlangsung, Trump menanggapi laporan media yang menyebut Netanyahu akan membawa informasi intelijen mengenai dugaan aktivitas di Pickaxe Mountain, fasilitas nuklir Iran yang sedang dibangun.
Baca Juga: Rodri Ungkap Alasan Trump Tak Masuk Foto Juara Spanyol: "Kami Ingin Mengangkat Trofi"
"Saya tidak perlu Bibi (Netanyahu, Red) memberi tahu saya soal itu (aktivitas nuklir Iran). Bibi mengatakan itu karena dia ingin saya tetap terlibat," ujar Trump.
Meski sempat melontarkan kritik, dua sumber yang mengetahui isi pembicaraan mengatakan isu intelijen tersebut tidak menjadi fokus utama pertemuan.
Trump dan Netanyahu lebih banyak membahas langkah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir serta upaya memperluas Abraham Accords agar mencakup Arab Saudi.
Baca Juga: Billboard Kontroversial di Teheran: Ancaman Terbuka Terhadap Donald Trump
Usai pertemuan, Netanyahu mengklaim dirinya dan Trump memiliki pandangan yang sama mengenai ancaman nuklir Iran.
"Itu adalah salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan dengan Presiden Trump. Kami memiliki tujuan yang sama untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir," kata Netanyahu.
Pada hari yang sama, Trump juga menerima Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Oval Office.
Baca Juga: AS Tembaki Tanker, Iran Ancam Perang Bakal Meluas: Trump Desak Teheran Patuhi MoU
Menurut Zelensky, pembahasan dengan Trump berfokus pada lisensi produksi rudal pencegat Patriot di Ukraina serta peluang menghidupkan kembali jalur diplomasi untuk mengakhiri perang dengan Rusia. (lyn/gas/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post