Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Billboard Kontroversial di Teheran: Ancaman Terbuka Terhadap Donald Trump

N
Penulis: Nurul Hidayati❯
Gambar Donald Trump berbaring dalam peti mati, menjadi simbol perlawanan bangsa Iran terhadap agresi Barat di negaranya. (Facebook).
Gambar Donald Trump berbaring dalam peti mati, menjadi simbol perlawanan bangsa Iran terhadap agresi Barat di negaranya. (Facebook).

Advertisement

LombokPost – Sebuah papan reklame atau billboard raksasa di Lapangan Enghelab, pusat Kota Teheran, Iran, memicu perhatian dunia internasional.

Billboard tersebut menampilkan ilustrasi Presiden Amerika Serikat.

Donald Trump, terbujur kaku di dalam peti mati dengan pesan provokatif bertuliskan "We Will Kill Trump" (Kami Akan Membunuh Trump) dalam bahasa Inggris dan Persia.

Eskalasi Perang Narasi

Kemunculan instalasi ini menjadi penanda eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang kian memanas sejak konflik bersenjata pecah pada akhir Februari 2026. Pesan tersebut dinilai sebagai bentuk ancaman paling eksplisit yang pernah ditampilkan di ruang publik Iran sejauh ini.

Advertisement

Selain visual Trump di dalam peti mati, billboard tersebut juga memuat pesan peringatan untuk mengenang anak-anak di Kota Minab yang dilaporkan menjadi korban dalam konflik. Lokasinya pun sangat simbolis, berdekatan dengan patung kepalan tangan Ayatollah Ali Khamenei yang merupakan simbol perlawanan Iran.

Strategi Komunikasi Visual

Pemerintah Iran dikenal sering memanfaatkan ruang publik untuk menyampaikan pesan politik dan propaganda ideologi. Namun, sejak konflik Februari lalu, intensitas pemasangan billboard bernada anti-Barat di titik-titik strategis Teheran semakin meningkat.

Sebelumnya, Iran juga sempat memasang berbagai kampanye visual serupa.

Ilustrasi mulut Donald Trump yang dijahit dengan latar Selat Hormuz.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer