LombokPost--Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim pembicaraan dengan Iran akan kembali dimulai pada Senin (3/8) waktu setempat.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah Teheran yang menegaskan tidak ada perundingan langsung dengan Washington.
Trump menyampaikan pengumuman itu setelah AS memutuskan menunda rencana serangan militer baru terhadap Iran untuk memberi ruang bagi penyelesaian diplomatik.
Dilansir dari The Guardian, Trump mengatakan negosiasi akan dimulai pada Senin sore, tetapi tidak mengungkap lokasi maupun pihak yang akan terlibat.
"Kami sedang berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Ini akan dimulai besok sore (kemarin)," ujar Trump pada Ahad (2/7).
Sebelumnya, Trump mengaku membatalkan rencana serangan terhadap Iran setelah mendapat desakan dari sejumlah sekutu di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, Bank Indonesia dan TPID NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Pagesangan
Menurut dia, negara-negara tersebut lebih menginginkan penyelesaian melalui jalur diplomatik daripada aksi militer yang berpotensi memperluas konflik.
Berunding dengan Oman
Namun, pemerintah Iran membantah klaim Washington.
"Tidak ada perundingan langsung yang sedang berlangsung antara Teheran dan Washington," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei.
Baghaei menjelaskan bahwa pembicaraan yang saat ini dilakukan hanya dengan Oman terkait pengaturan jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz.
"Beberapa kemajuan telah dicapai," ujarnya seperti dikutip Al Jazeera.
Perbedaan pernyataan kedua negara menimbulkan ketidakjelasan mengenai klaim Trump.
Di tengah ketidakpastian tersebut, situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz masih belum sepenuhnya stabil.
Baca Juga: Warga Wewo dan Lungar Sebut Pertanian serta Sumber Air Tetap Terjaga Sejak PLTP Ulumbu Beroperasi
Pada Ahad (2/8), sebuah kapal tanker dilaporkan meledak di dekat selat itu, meski seluruh awak berhasil selamat. (lyn/gas/JPG/r3)
Editor : Kimda FaridaSumber : Jawa Pos