Jepang Bakal Kirim 180 Personel Bantu Pemadaman Karhutla Kalbar

Kimda Farida • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:13 WIB
CALON TEMPAT HUNIAN: Tim peninjau dari militer Jepang bersama TNI melakukan survei fasilitas Asrama Haji Pontianak, Senin (31/8).
CALON TEMPAT HUNIAN: Tim peninjau dari militer Jepang bersama TNI melakukan survei fasilitas Asrama Haji Pontianak, Senin (31/8).

 

LombokPost--Rombongan militer Jepang yang diperbantukan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) bakal tiba di Pontianak 12 Agustus mendatang. Namun, tim peninjau awal telah melakukan survei fasilitas pendukung.

Pontianak Post melaporkan, Senin (31/8), tim peninjau bersama TNI melakukan survei ke Asrama Haji Pontianak. Tempat tersebut diproyeksikan menjadi tempat tinggal selama pelaksanaan misi bantuan penanganan karhutla.

Mereka melihat kamar, aula, fasilitas lain, dan lingkungan asrama. Sebelumnya, Asrama Haji Pontianak juga telah memfasilitasi personel TNI dan Polri yang diterjunkan untuk memadamkan karhutla yang memicu kabut asap.

Jepang direncanakan menerjunkan sekitar 180 personel Pasukan Bela Diri Penanganan Bencana. Misi dari Jepang tersebut melibatkan tiga helikopter CH-47 dan kapal angkut JS Kunisaki.

“Asrama Haji Pontianak rencananya dijadikan tempat transit sementara sebelum diberangkatkan ke daerah yang mengalami karhutla,” kata Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar Kamaludin, Kamis (3/9).

 

Bau Sangit

 

Pekatnya kabut asap di Pontianak dampaknya juga dirasakan sebagian warga di Jakarta. Puluhan penumpang penerbangan Jakarta–Pontianak kemarin mengalami penundaan penerbangan sampai dua kali.

Pesawat yang dinaiki Jawa Pos, misalnya, sedianya terbang ke Pontianak pukul 06.20 WIB. Namun, ditunda menjadi pukul 09.50 WIB. Kemudian mengalami penundaan lagi hingga baru terbang sekitar pukul 11.00 WIB. Alasannya, landasan pacu di Bandara Supadio, Pontianak, diselimuti kabut asap.

Setibanya di Bandara Supadio, terlihat dari kaca pesawat kabut asap memang agak pekat. Jarak pandang tidak sampai satu kilometer.

Menurut sejumlah pihak, kondisi itu sudah tergolong membaik dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran 500 meter saja. Keluar dari pesawat udara langsung terasa pengap.

Udara beraroma sangit, khas asap dari kayu bakar. Padahal, Bandara Supadio tergolong agak jauh dari titik kobaran karhutla.

Baca Juga: Tradisi Nyemulak, Sade Bangkit Menjaga Warisan Sasak

Napas jadi agak berat karena udaranya sedikit berbau. Suasana seperti pagi hari. Matahari tidak terlihat. Sejauh mata memandang, asap berwarna kuning samar yang terlihat. Namun, mata tidak sampai terasa perih. (mrd/wan/idr/mia/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Jawa Pos
karhutla Kalbar kabut asap Pontianak Jepang bantu Indonesia Pasukan Bela Diri Jepang kebakaran hutan dan lahan