Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tradisi Nyemulak, Sade Bangkit Menjaga Warisan Sasak

K
Penulis: Kimda Farida❯
NYEMULAK: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Loteng Pathul Bahri, dan masyarakat adat saat menghadiri tradisi Nyemulak di Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Loteng, Kamis (3/9).
NYEMULAK: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Loteng Pathul Bahri, dan masyarakat adat saat menghadiri tradisi Nyemulak di Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Loteng, Kamis (3/9).

Advertisement

 

LombokPost--Desa Adat Sade kembali menapaki perjalanan pemulihan. Di tengah puing-puing kebakaran yang melanda kawasan adat tersebut, masyarakat bersama Pemprov NTB memulai rekonstruksi rumah adat dan masjid Sade melalui tradisi Nyemulak, Kamis (3/9).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal hadir langsung dalam prosesi yang menandai dimulainya pembangunan kembali Desa Adat Sade, Dusun sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Advertisement

Nyemulak ditandai dengan pemasangan tiang pertama pembangunan rumah adat dan masjid yang sebelumnya terdampak kebakaran. Bagi masyarakat Sasak Rembitan, Nyemulak bukan sekadar tanda dimulainya pembangunan sebuah rumah. Tradisi ini merupakan bagian dari tata cara adat dalam memulai pembangunan.

Nyemulak menempatkan proses membangun sebagai bagian dari ikhtiar bersama, penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur, serta doa agar bangunan dan kehidupan yang tumbuh di dalamnya mendapat keselamatan dan keberkahan.

Karena itu, pelaksanaan Nyemulak dalam rekonstruksi Sade memiliki makna yang lebih dalam. Tradisi yang diwariskan masyarakat Sasak Rembitan tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan kembali Sade tidak hanya menghidupkan kembali bangunan yang terbakar, tetapi juga menjaga pengetahuan, tata nilai, filosofi, dan identitas budaya yang melekat pada kampung adat tersebut.

Advertisement

Gubernur Miq Iqbal menegaskan, rekonstruksi Sade tidak boleh diperlakukan sebagai pembangunan fisik biasa. Seluruh proses harus mengembalikan karakter Sade sedekat mungkin dengan bentuk dan nilai aslinya, sekaligus memastikan kawasan tersebut tetap aman dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Pemasangan tiang pancang pertama atau Nyemulak ini merupakan ikhtiar panjang dalam melakukan rekonstruksi Kampung Adat Sade. Dalam proses pembangunan ini harus tetap sabar,” ujarnya.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, ketelitian dan kesabaran menjadi penting karena wisatawan datang ke Sade bukan semata-mata untuk melihat bangunan, tetapi untuk memahami cerita, tradisi, arsitektur, ritual, dan kehidupan masyarakat Sasak yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Proses pembangunan ini tidak boleh terburu-buru. Wisatawan datang ke Sade karena ingin melihat bangunan yang bercerita tentang budaya masyarakat Sasak serta ritual dan kehidupan yang ada di NTB. Karena itu, nilai awal Sade harus dikembalikan,” tegasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong percepatan penetapan Desa Wisata Sade sebagai desa adat sekaligus cagar budaya.

Puri Indah Salurkan Bantuan CSR dan Layanan Trauma Healing untuk Warga Desa Adat Sade

Puri Indah Salurkan Bantuan CSR dan Layanan Trauma Healing untuk Warga Desa Adat Sade

Dukungan Pemulihan Berkelanjutan dimana pihak hotel berharap intervensi ini dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat Desa Adat Sade.

Pemprov NTB Ucapkan Terima Kasih, Dukungan Pembangunan ke Sade Pascakebakaran

Pemprov NTB Ucapkan Terima Kasih, Dukungan Pembangunan ke Sade Pascakebakaran

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal) menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan besarnya dukungan dari masyarakat luas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer